SIBI Diperkuat, Sekolah Disiapkan Jadi Pusat Literasi Nasional
- 25 Mei 2026 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memperkuat literasi nasional melalui peresmian Pojok Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI).
- Peresmian Pojok SIBI terintegrasi dengan Senayan Library Management System (SLiMS).
- Kemendikdasmen juga mendorong transformasi perpustakaan menjadi pusat literasi dan ruang diskusi gagasan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memperkuat literasi nasional melalui peresmian Pojok Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI). Peresmian berlangsung di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengatakan, literasi menjadi fondasi penting kemajuan bangsa. Untuk itu, momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) harus dimanfaatkan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan.
“Tidak ada negara maju dengan pendidikan lemah dan literasi rendah. Karena itu, pendidikan bermutu harus dikerjakan bersama,” ujar Suharti dalam arahannya pada peresmian SIBI.
Menurutnya, anak-anak akan menjadi tulang punggung SDM Indonesia Emas 2045. “Sehingga untuk mempersiapkan mereka betul-betul menjadi manusia unggul, kita tidak boleh salah menyiapkan pendidikan mereka,” ujarnya.
Suharti juga mengapresiasi buku 2045 Hz Frekuensi Masa Depan Indonesia karya Fuad Padevi. Menurutnya, buku tersebut mendorong kesiapan generasi unggul menghadapi tantangan masa depan.
Kemendikdasmen juga mendorong transformasi perpustakaan menjadi pusat literasi dan ruang diskusi gagasan. Program bedah buku bermutu akan digelar rutin untuk memperkuat budaya berpikir kritis.
Peresmian Pojok SIBI terintegrasi dengan Senayan Library Management System (SLiMS). Integrasi itu memperluas akses masyarakat terhadap buku berkualitas secara lebih merata.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Aseen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin memastikan, sosialisasi SIBI dilakukan hingga daerah. Menurutnya, pemerintah ingin pemanfaatan sistem tersebut berjalan masif di berbagai satuan pendidikan.
“Kita ingin mensosialisasikan SIBI secara masif untuk pendidikan bermutu bagi semua. Setiap UPT nantinya menjadi pusat sosialisasi SIBI untuk daerah,” kata Toni.
Toni mengatakan, penerapan SIBI di sekolah disesuaikan dengan kesiapan masing-masing wilayah. Sekolah yang siap lebih dahulu akan menjadi contoh pengembangan sistem perpustakaan digital.
Pengembangan perpustakaan sekolah ke depan melibatkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Langkah itu dilakukan untuk memperkuat integrasi ekosistem perpustakaan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....