Pemerintah Kecam Tindak Kekerasan Militer Israel Terhadap Relawan WNI

  • 24 Mei 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sugiono mengecam pencegatan kapal kemanusiaan oleh militer Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.
  • Indonesia telah menyampaikan kecaman tersebut dalam forum PBB.
  • Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla mendapat penanganan medis usai dipulangkan ke Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta– Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri mengecam aksi pencegatan kapal kemanusiaan dan tindak kekerasan oleh militer Israel. Tindakan tersebut dinilai melanggar hukum internasional secara nyata.

Menteri Luar Negeri, Sugiono menyampaikan kecaman ini saat menyambut kepulangan sembilan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 24 Mei 2026. Sembilan pejuang kemanusiaan itu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sore tadi sekitar pukul 16.25 WIB.

"Indonesia mengecam perlakuan yang dilakukan. Apapun yang diberikan kepada saudara-saudara kita (saat ditangkap) jelas merupakan satu pelanggaran dari hukum internasional," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para relawan tersebut adalah warga sipil yang membawa bantuan. Mereka berniat membantu penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah membawa isu pelanggaran ini ke forum Dewan Keamanan PBB. "Kami juga menyampaikan kecaman ini di Dewan Kemanan PBB pada 21 Mei lalu, bahwa ini adalah tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan," kata Sugiono.

Di satu sisi, ia turut mengapresiasi keberanian seluruh relawan Indonesia yang ikut berlayar bersama misi Global Sumud Flotilla. Aksi nyata mereka dinilai sangat konsisten dengan politik luar negeri Indonesia.

Ia menyatakan perjuangan hak kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara merupakan komitmen utama Indonesia. Upaya para relawan menjadi bukti dukungan konkret terhadap komitmen tersebut.

"Seperti kita ketahui bahwa perjuangan rakyat Palestina dan juga solusi dua negara yang kita harapkan adalah bagian dari perjuangan dan politik luar negeri Indonesia. Saya kira saudara-saudara, rekan-rekan kita ini memberikan upaya nyatanya dalam rangka mendukung perjuangan tersebut," ucap Sugiono.

Untuk diketahui, misi Global Sumud Flotilla 2.0 sendiri merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional untuk menembus blokade Gaza. Dalam rombongan itu, sembilan WNI terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis yang bergabung bersama relawan berbagai negara.

Para relawan tersebut sebelumnya ditangkap tentara Israel saat membawa bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Gaza melalui jalur laut internasional. Selama beberapa hari terakhir, proses pembebasan hingga pemulangan mereka menjadi perhatian publik nasional dan internasional.

Kini seluruh relawan dipastikan mendapat penanganan medis lanjutan akibat kekerasan yang dialami. Mereka akan melalui proses testimoni, visum dan tes kesehatan oleh pihak Turki setibanya di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....