Seskab Teddy: Pendapatan Pengemudi Online Berpotensi Naik Jadi 92 Persen
- 24 Mei 2026 06:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Sekretaris Kabinet Indra Wijaya menerima kunjungan CEO GoTo, Hans Patuwo membahas kesejahteraan driver
- 2. Gojek mendukung kesejahteraan driver
- 3. Pemerintah menjaga keseimbanga keberlangsungan ekosistem transportasi online
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan CEO GoTo, Hans Patuwo, di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudi online di Indonesia.
Seskab Teddy menjelaskan Gojek memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini merupakan jumlah yang sangat besar untuk kendaraan online.
“Sejak pertama kalinya beroperasi, jumlah pengemudi yang bergabung, telah mencapai 3 juta orang. Baik masih aktif, paruh waktu dan sudah tidak aktif mengemudi,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Seskab Teddy mengatakan Gojek memiliki komitmen untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan para pengemudi online. Pendapatan pengemudi dari 80 persen menjadi 92 persen dari setiap transaksi
“Disampaikan pula komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Mendukung dalam meningkatkan pendapatan pengemudi, dari 80 persen menjadi 92 persen dari setiap transaksi,” ucapnya.
Menurut Teddy, pemerintah bersama pelaku usaha bersinergi merumuskan kebijakan yang mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan pengemudi dan keberlangsungan dunia usaha. Lebih lanjut, Teddy menegaskan Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan pengemudi daring.
Peningkatan kesejahteraan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di era digital. Kendati demikian, Kepala Negara juga mendorong aplikator mendapatkan keuntungan secara wajar.
“Presiden menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlangsungan bisnis yang adil dan berkelanjutan. Aplikator harus tetap memperoleh keuntungan dari bisnis secara wajar dan meningkat,” ujar Teddy.
Pemerintahan Presiden Prabowo memiliki arah kebijakan dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Inovasi teknologi tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi para pelaku di dalamnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....