Pascabencana di Sumatra, Menteri PU Fokus Bangun Dam dan Jembatan
- 22 Mei 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pemerintah fokus membangun dam dan jembatan permanen pascabanjir bandang di Sumatera.
- Kondisi sungai yang melebar dan mendangkal menjadi tantangan pembangunan jembatan di wilayah terdampak.
- Kementerian PU memprioritaskan pembangunan dam untuk mengantisipasi banjir susulan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pemerintah saat ini fokus membangun infrastruktur seperti dam dan jembatan permanen dalam tahap pemulihan pascabencana di Sumatra. Pembangunan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang.
Menurut Dody, pembangunan jembatan masih menjadi tantangan karena kondisi sungai mengalami perubahan setelah bencana. Sejumlah aliran sungai dilaporkan melebar dan mendangkal sehingga membutuhkan penyesuaian desain infrastruktur.
“Menurut saya pribadi, yang belum tertangani dengan maksimal itu adalah jembatan, karena rata-rata sungainya itu melebar dan mendangkal. Melebarnya juga tidak kira-kira, bisa langsung 10 kali lipat, bisa lima kali lipat,” kata Dody saat Media Briefing di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Dody mengakui proses pemulihan pascabencana di Aceh masih berjalan cukup lamban. Kondisi tersebut dipengaruhi masih banyaknya kayu dan batu yang menumpuk di wilayah hulu sungai.
Kementerian PU juga memprioritaskan pembangunan dam untuk mengantisipasi banjir susulan saat hujan kembali terjadi. Menurut Dody, pembangunan dam diperlukan untuk mengurangi risiko dampak bencana bagi masyarakat di wilayah hilir.
“Pada saat masih tanggap darurat pun saya ngotot harus segera bikin dam. Karena kalau kemudian dam tidak segera dibikin, hujan lagi, kayunya turun lagi, yang kasihan yang di bawah,” ujar Dody.
Kementerian PU memprioritaskan pembangunan jembatan permanen. Infrastruktur tersebut diprioritaskan untuk menjaga konektivitas antarprovinsi di wilayah terdampak bencana.
Dody mengatakan pemerintah terus memantau proses pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemantauan dilakukan terhadap pembangunan infrastruktur yang terdampak banjir bandang akhir tahun lalu.
Selain pembangunan infrastruktur, Kementerian PU juga fokus membersihkan lumpur yang menutupi lahan pertanian warga. Pemerintah masih mengevaluasi kondisi sawah terdampak untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Selain itu, yang paling tertinggal memang itu juga adalah di irigasi, karena kita itu mesti cek apakah kemudian sawahnya itu masih exist, masih ada. Kalau sudah tertimbun lumpur, kita mesti cek juga, apakah lumpurnya ini bisa dibersihkan dengan mudah,” ucap Dody.
Kementerian PU juga memberikan perhatian pada perbaikan jaringan irigasi di wilayah terdampak bencana. Pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap kondisi sawah yang terdampak lumpur pascabanjir.
Dody mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mendukung target swasembada pangan. Pemerintah berharap pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak dapat berjalan optimal sesuai arahan Presiden.
“Karena sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo Subianto, walaupun Aceh ini sedang terkena bencana, kami semua diminta maksimal. Agar tetap bisa swasembada pangan di 2026 untuk Aceh dan sekitarnya,” ujar Dody.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....