DPR: Program Ketahanan Pangan di Wanam Perlu Dilanjutkan

  • 22 Mei 2026 01:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menilai pengembangan kawasan lumbung pangan nasional di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, merupakan langkah strategis
  • Ini untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang
  • Menurut Panggah, program cetak sawah baru seluas satu juta hektare tersebut penting untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menilai pengembangan kawasan lumbung pangan nasional di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, merupakan langkah strategis. Ini untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

Menurut Panggah, program cetak sawah baru seluas satu juta hektare tersebut penting untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan nasional. Sekaligus mengurangi ketergantungan impor pangan dari negara lain.

“Program cetak sawah baru ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang dan mengantisipasi kebutuhan pangan yang terus meningkat,” kata Panggah, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menambahkan, selain pengembangan lahan baru, pemerintah juga perlu mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada. Guna mendukung target kedaulatan pangan nasional.

“Untuk jangka pendek dan menengah, capaian ketahanan pangan juga perlu didukung. Melalui optimalisasi lahan yang tersedia,” ujarnya.

Panggah menilai pembangunan sektor pangan perlu dipandang sebagai bagian dari strategi nasional. Dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan di tengah tantangan global.

Sementara itu, Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai pengembangan kawasan pangan di Wanam merupakan kebijakan yang memiliki nilai strategis bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia. “Kebijakan pengembangan pangan di Wanam cukup visioner karena ke depan isu pangan akan menjadi perhatian utama banyak negara,” ujar Iwan.

Ia mengatakan program tersebut diharapkan mampu mendukung target swasembada beras, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat. Serta memanfaatkan lahan yang belum produktif menjadi kawasan pertanian.

Selain itu, Iwan menilai pelaksanaan proyek strategis nasional tetap harus memperhatikan aspek lingkungan. Serta mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam situasi global saat ini. Pembangunan optimisme dan penguatan ketahanan pangan nasional menjadi hal penting,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....