AKTIF KemenEKRAF Dorong Musisi Maluku Utara Tembus Industri lewat Video Musik

  • 22 Mei 2026 08:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program AKTIF Musik fasilitasi produksi video musik berbasis lagu daerah untuk memperluas promosi dan distribusi karya.
  • Dua karya, “Sambunyi Kuku” dan “Hikayat Moloku Kie Raha” akan dirilis dalam waktu dekat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekraf melalui Deputi Bidang Kreativitas Media merealisasikan Program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik di Maluku Utara. Program ini memfasilitasi produksi video musik dengan lagu daerah untuk dua musisi terpilih.

Keduanya yakni Alan Darmawan dari Ternate dan Bams Conoras (Presiden Tidore). Kementerian Ekraf menilai, Maluku Utara memiliki banyak musisi lokal yang siap masuk ke industri musik nasional.

“Program AKTIF Musik merupakan komitmen Kemeneraf memperkuat ekosistem musik daerah. Sekaligus membuka akses promosi dan distribusi yang lebih luas bagi musisi lokal,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, Kamis, 21 Mei 2026.

Melalui fasilitasi ini, pihaknya berharap karya-karya dari Ternate, Tidore, dan Maluku Utara dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Proses produksi video musik dilaksanakan pada 9–23 April 2026 dan melibatkan ragam talenta kreatif lokal di Maluku Utara.

Adapun, dua video musik akan resmi dirilis dalam waktu dekat. Yakni “Sambunyi Kuku” karya Alan Darmawan pada Jumat, 29 Mei 2026.

Video musik “Sambunyi Kuku” diproduksi bersama talenta lokal Ternate dan rumah produksi lokal Dodoku. Lagu tersebut mengangkat tema hubungan asmara dengan pendekatan visual yang dekat dengan realitas keseharian masyarakat setempat.

Sementara, “Hikayat Moloku Kie Raha” karya Presiden Tidore akan dirilis pada Senin, 1 Juni 2026. Produksinya mengambil latar budaya dan sejarah Maluku Utara, khususnya mengenai penyatuan empat kerajaan besar, Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Musik Kementerian Ekraf, Mohammad Amin bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut baik dukungan pemerintah pusat terhadap komunitas musik lokal.

“Kolaborasi lintas sektor seperti inilah yang kami wujudkan sehingga tercipta sinergi antara musisi daerah, komunitas lokal, dan pegiat subsektor ekraf. Bukan hanya soal musik, hal ini menjadi cara untuk membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan,” ucap Mohammad Amin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....