FOZ Kecam Pembajakan Kapal dan Penangkapan Aktivis Indonesia oleh Israel
- 21 Mei 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- FOZ Kecam Pembajakan Kapal dan Penangkapan Aktivis Indonesia oleh Israel
- Forum Zakat (FOZ) mengecam pembajakan kapal dan penangkapan aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 oleh Israel
RRI.CO.ID, Jakarta - Forum Zakat (FOZ) mengecam pembajakan kapal dan penangkapan aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 oleh Israel. Setidaknya terdapat total sekitar 50 kapal kemanusiaan yang berlayar dari berbagai titik di Laut Mediterania untuk memberikan bantuan ke Palestina.
Armada ini membawa 337 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara. Termasuk 9 orang di antaranya merupakan aktivis kemanusiaan dari Indonesia yang mewakili amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
"Kami menuntut agar seluruh armada beserta muatan amanah bantuan dari rakyat Indonesia dikembalikan utuh. Agar misi kemanusiaan untuk rakyat Palestina dapat segera dilanjutkan," kata Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 21 Mei 2026.
Wildhan juga mengatakan, pihaknya menuntut Israel segera membebaskan 9 aktivis kemanusiaan Indonesia yang ditahan. "Keselamatan fisik dan mental mereka merupakan tanggung jawab mutlak pihak yang saat ini menahan mereka," ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah melakukan tindakan darurat guna memastikan keselamatan
dan pembebasan para aktivis kemanusiaan tersebut. FOZ berharap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dapat segera mengambil Langkah diplomasi di berbagai forum global.
Wildhan menyebutkan, pihaknya bersama elemen kemanusian lainnya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi. Baik itu dengan Kemlu RI dan Tim Global Sumud Flotilla.
"Meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap aktivitas kemanusiaan. Serta menjamin dibukanya koridor kemanusiaan laut dan darat yang aman," ucapnya.
Sebelumnya Penyelenggara armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza menyatakan seluruh kapal dalam misi tersebut telah dicegat oleh pasukan Israel. Operasi penyerbuan terhadap kapal-kapal bantuan itu disebut terjadi di perairan internasional saat armada berusaha mendekati wilayah Gaza.
Disisi lain, Menteri Luar (Menlu) Negeri Sugiono menyatakan pemerintah terus melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak. Pihaknya memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam rombongan Global Sumud Flotilla dan sempat diintersep serta ditahan oleh Israel.
Menurut Menlu, koordinasi dilakukan melalui perwakilan Indonesia di Yordania dan Turki. Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.
“Hingga kini informasi mengenai kondisi para WNI masih terbatas karena kendala komunikasi. Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas,” ujar Sugiono di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Kemlu juga memastikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan GSF 2.0 ditangkap otoritas Israel. Informasi terkini diterima Rabu, 20 Mei 2026, menyebutkan seluruh WNI tersebut saat ini berada dalam penanganan otoritas setempat.
"Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Perwakilan RI di kawasan terus melakukan koordinasi dan pendekatan intensif dengan berbagai pihak guna memastikan perlindungan bagi seluruh WNI yang ditahan. Upaya diplomatik dan langkah kekonsuleran disebut terus dimaksimalkan agar para WNI mendapatkan pendampingan dan dapat segera dipulangkan dengan selamat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang dalam pesan tertulis kepada RRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....