Israel Cegat Seluruh Global Sumud, Puluhan Kapal Dihentikan di Perairan Internasi

  • 20 Mei 2026 15:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyelenggara Gaza Freedom Flotilla menyatakan seluruh armada bantuan menuju Gaza telah dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional, termasuk penangkapan enam aktivis di kapal terakhir bernama Lina al-Nablusi.
  • Armada yang terdiri dari lebih dari 50 kapal berangkat dari Marmaris, Turki, dengan tujuan menantang blokade Israel terhadap Jalur Gaza. Israel disebut mulai mencegat kapal-kapal tersebut sejak 18 Mei 2026.
  • Aksi Israel memicu kecaman dari 10 negara, termasuk Indonesia, yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan menyerukan pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan.

RRI.CO.ID, Gaza — Penyelenggara armada bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza menyatakan seluruh kapal dalam misi tersebut telah dicegat oleh pasukan Israel. Operasi penyerbuan terhadap kapal-kapal bantuan itu disebut terjadi di perairan internasional saat armada berusaha mendekati wilayah Gaza.

Pihak Gaza Freedom Flotilla menyebut enam orang di kapal terakhir bernama Lina al-Nablusi telah ditangkap dan “diculik” oleh pasukan Israel. Penyelenggara menuntut pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan dalam operasi tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 20 Mei 2026.

Armada bantuan itu sebelumnya terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berangkat dari pelabuhan Marmaris, Turki. Misi tersebut bertujuan untuk menantang blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung lama.

Israel disebut mulai mencegat kapal-kapal tersebut sejak Senin, 18 Mei 2026. Penyelenggara melaporkan bahwa para aktivis ditangkap selama operasi berlangsung di laut lepas.

Tindakan Israel tersebut memicu kecaman dari sejumlah negara. Sepuluh negara, termasuk Indonesia, mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut aksi itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Para menteri luar negeri negara tersebut juga menyampaikan keprihatinan atas keselamatan para peserta sipil. Mereka juga meminta pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan.

Mereka menegaskan bahwa hak dan martabat para aktivis harus dihormati. Salah satu aktivis yang dilaporkan ditahan adalah Margaret Connolly, saudara perempuan Presiden Irlandia Catherine Connolly.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....