MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Pertimbangkan Aspek Lingkungan

  • 21 Mei 2026 12:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MN KAHMI menegaskan bahwa program tambang rakyat tidak boleh hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
  • Nasyirul Falah Amru mengatakan, pengelolaan tambang rakyat membutuhkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menegaskan program tambang rakyat tidak boleh hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi semata. Tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Lingkungan Hidup MN KAHMI sekaligus Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, dalam Dialog Nasional “Tambang Rakyat dan Permasalahan Lingkungan Hidup” di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026. Ia mengatakan, pengelolaan tambang rakyat membutuhkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

“Dialog ini menjadi ruang bersama untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Tambang rakyat hadir karena kebutuhan ekonomi masyarakat, tetapi tata kelolanya juga harus mampu menjaga lingkungan hidup agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tambang rakyat memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif. Upaya tersebut mencakup penguatan regulasi, edukasi kepada masyarakat, hingga peningkatan pengawasan pemerintah terhadap aktivitas pertambangan rakyat.

Ia menilai pengawasan yang baik diperlukan agar kegiatan pertambangan tidak merusak kawasan lingkungan maupun sumber kehidupan masyarakat di sekitar wilayah tambang. MN KAHMI juga mendorong adanya tata kelola tambang rakyat yang berkelanjutan.

Hal ini dinilai penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan hidup. Sementara itu, Koordinator Presidium MN KAHMI Abdullah Puteh mengatakan, isu lingkungan telah menjadi tantangan serius yang memerlukan keterlibatan semua pihak.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah. Karena itu, forum seperti ini penting untuk mempertemukan pandangan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat agar lahir solusi yang konkret,” kata Abdullah Puteh.

Ia menegaskan pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan tidak boleh dipertentangkan. Karena keduanya harus berjalan beriringan demi kepentingan generasi mendatang.

Diketahuu, dialog nasional ini juga menghadirkan Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Supriatna, pelaku usaha tambang Habe Hanafi. Serta Direktur Utama PT Mitra Tata Lingkungan Baru Victor Uly Silitonga.

Para pembicara membahas berbagai persoalan mulai dari legalitas tambang rakyat, dampak kerusakan lingkungan, pengelolaan limbah tambang. Hingga peluang penerapan teknologi ramah lingkungan dalam aktivitas pertambangan masyarakat.

Ketua Panitia, Arfian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan rekomendasi nyata bagi perbaikan tata kelola tambang rakyat dan perlindungan lingkungan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....