DPR Dorong Penguatan Ketahanan Energi

  • 20 Mei 2026 23:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi I DPR RI dan Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penguatan ketahanan energi nasional
  • Ketahanan energi dinilai penting menjaga stabilitas ekonomi dan pembangunan nasional
  • Webinar Literasi Digital bertema Ketahanan Energi digelar di Jakarta Selatan
  • Webinar membahas tantangan energi di tengah fluktuasi harga energi dunia
  • Ketahanan energi disebut menjadi fondasi daya saing Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penguatan ketahanan energi nasional di tengah tantangan geopolitik global. Langkah itu dinilai penting menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Hal itu disampaikan dalam Webinar Literasi Digital bertema “Ketahanan Energi” di Jakarta Selatan, Rabu 20 Mei 2026. Webinar membahas tantangan energi nasional di tengah fluktuasi harga energi dunia dan transisi energi global.

Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama mengatakan ketahanan energi menjadi fondasi utama menjaga daya saing Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus memperkuat kemandirian energi agar tidak bergantung pada impor.

“Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan listrik atau bahan bakar. Tetapi menyangkut masa depan pembangunan nasional,” ucapnya.

“Termasuk stabilitas ekonomi, kesejahteraan rakyat, hingga daya saing Indonesia di tingkat global,” katanya.

Yudha mengatakan Indonesia memiliki potensi energi besar mulai dari surya, panas bumi, hingga bioenergi. Potensi tersebut dinilai perlu diperkuat melalui investasi energi bersih dan pengembangan infrastruktur nasional.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan transisi menuju energi baru terbarukan. Ketergantungan terhadap energi fosil dinilai membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga global.

“Transisi energi harus dipandang sebagai investasi masa depan bangsa. Karena menyangkut keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang,” ucapnya.

Sementara itu, Sri Cahaya Khoironi mengatakan komunikasi digital berperan penting membangun kesadaran masyarakat terkait ketahanan energi. Literasi energi dinilai perlu diperkuat melalui pendekatan digital yang komunikatif.

Di sisi lain, Zaky Mahendra menjelaskan Indonesia masih menghadapi tantangan tingginya impor energi dan ketergantungan terhadap energi fosil. Pemerintah saat ini terus mendorong pengembangan biofuel dan peningkatan produksi energi domestik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....