Densus 88 AT Polri Gelar Rakernis, Fokus Ekstremisme Digital pada Anak dan Remaja

  • 21 Mei 2026 09:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Densus 88 AT Polri menggelar Rakernis 2026 membahas ancaman ekstremisme digital terhadap anak
  • Media sosial dan game online disebut dimanfaatkan sebagai sarana rekrutmen radikalisme
  • Kapolri meminta Densus 88 memperkuat intelijen teknologi menghadapi ancaman siber

RRI.CO.ID, Jakarta - Densus 88 Antiteror Polri menggelar Rapat Kerja Teknis Tahun 2026 pada 18 hingga 20 Mei 2026. Rakernis tersebut membahas strategi penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme di ruang digital.

Rakernis Densus 88 AT Polri menyoroti meningkatnya ancaman radikalisme digital yang menyasar anak dan remaja. Fenomena tersebut dinilai berkembang melalui media sosial, platform digital, hingga permainan daring.

Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan, pola ekstremisme kini mengalami perubahan signifikan. Ancaman tidak lagi bergerak melalui pola ideologis konvensional semata.

“Fenomena ekstremisme saat ini berkembang menuju non coherent extremism dan nihilistic violent extremism. Media sosial hingga game online dimanfaatkan sebagai sarana rekrutmen,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Berdasarkan data 2026, kata dia, tercatat 132 anak terpapar radikalisme di beberapa provinsi Indonesia. Selain itu, 115 anak terpapar paham kekerasan dan telah mendapatkan intervensi bersama pemerintah daerah.

“Sebagian kasus juga berkaitan dengan komunitas digital seperti True Crime Community. Fenomena itu menunjukkan eskalasi menuju aksi kekerasan,” katanya.

Untuk diketahui, Rakernis diikuti sekitar 670 peserta dari berbagai unsur kepolisian dan pemangku kepentingan terkait. Forum tersebut juga membahas peningkatan paparan radikalisme terhadap anak di sejumlah daerah Indonesia.

Dalam pembukaan Rakernis, Kapolri meninjau Milestone Wall sejarah penanggulangan terorisme di Indonesia sejak 1949. Materi tersebut memuat perkembangan jaringan teror hingga capaian 'zero terrorist attack' periode 2023 sampai 2025.

Rakernis juga membahas penguatan literasi digital dan deteksi dini di lingkungan keluarga maupun sekolah. Optimalisasi rencana kontinjensi Aman Nusa III turut menjadi perhatian dalam forum tersebut.

Kapolri mengapresiasi keberhasilan Densus 88 AT Polri mempertahankan status 'zero terrorist attack' selama hampir tiga tahun. Menurutnya, capaian tersebut mendukung stabilitas nasional dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Densus 88 AT Polri harus memperkuat kemampuan intelijen teknologi dan intelijen manusia. Langkah itu penting mengantisipasi ancaman di ruang siber,” ujar Kombes Pol Mayndra mengulangi arahan Kapolri.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyerahkan penghargaan kepada 12 tokoh dan mitra internasional. Mereka dinilai berkontribusi dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....