Bapanas Mobilisasi Stok Cabai Rawit untuk Tekan Harga

  • 11 Sep 2026 23:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas menggerakkan Fasilitasi Distribusi Pangan untuk menekan fluktuasi harga cabai rawit
  • Stok cabai akan dimobilisasi dari daerah surplus menuju wilayah yang mengalami kenaikan harga
  • Petani Champion Cabai binaan Kementan kembali dilibatkan dalam mobilisasi pasokan cabai
  • Produksi cabai rawit nasional September diperkirakan mencapai sekitar 119 ribu ton
  • Harga cabai rawit rata-rata nasional mencapai Rp81.052 per kilogram per 10 September 2026

Bapanas Mobilisasi Stok Cabai Rawit untuk Tekan Harga

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggerakkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk menekan fluktuasi harga cabai rawit. Bapanas akan memobilisasi stok dari daerah surplus menuju wilayah yang mengalami kenaikan harga.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan FDP perlu segera diterapkan untuk merespons dinamika harga cabai. Bapanas akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menentukan wilayah yang dapat didukung melalui distribusi tersebut.

“Untuk cabai rawit, berdasarkan informasi dari Kediri, saat ini terdapat dinamika harga dan pasokan yang perlu segera kita respons,” ujar Ketut dalam rilis resmi, Jumat, 11 September 2026.

Bapanas juga akan kembali melibatkan petani Champion Cabai binaan Kementan dalam mobilisasi pasokan. Cabai dari daerah dengan harga relatif terjangkau akan disalurkan menuju wilayah yang mengalami kenaikan harga.

Ketut mengatakan skema tersebut sebelumnya telah dilakukan dan cukup efektif menekan harga cabai rawit. Pada triwulan pertama 2026, FDP cabai rawit telah memobilisasi 5.590 kilogram dari daerah surplus.

Distribusi sebelumnya mencakup pengiriman cabai dari Enrekang, Sulawesi Selatan, ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Cabai juga dikirim ke Lombok Tengah dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Sudi Mardianto memastikan produksi cabai rawit nasional masih aman hingga akhir tahun. Produksi cabai rawit pada September diperkirakan mencapai sekitar 119 ribu ton.

Sudi mengatakan sejumlah petani Champion Cabai binaan Kementan siap mendukung distribusi ke wilayah yang mengalami harga tinggi. Menurutnya, pasokan dapat dimobilisasi apabila koordinasi pemerintah untuk pelaksanaan distribusi telah dilakukan.

Berdasarkan pantauan Bapanas per 10 September, harga cabai rawit rata-rata nasional mencapai Rp81.052 per kilogram. Sulawesi Utara mencatat harga tertinggi Rp152.872 per kilogram, sedangkan Nusa Tenggara Timur terendah Rp56.604 per kilogram.

Bapanas mencatat fluktuasi harga cabai dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kemarau berkepanjangan dan organisme pengganggu tanaman. Alih tanam ke komoditas lain juga turut memengaruhi ketersediaan cabai di sejumlah wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....