Stok Beras Pecah Rekor, Kemarau Diantisipasi

  • 20 Mei 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Stok beras nasional menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia
  • Serapan beras nasional mencapai 2,8 juta ton atau 70 persen target tahun 2026
  • Pemerintah menilai ketahanan pangan nasional semakin kuat di tengah tantangan global
  • Pemerintah memperkuat kemandirian pangan melalui penyerapan gabah dan cadangan beras pemerintah
  • Pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai 5,37 juta ton hingga 18 Mei 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai 5,37 juta ton hingga 18 Mei 2026. Angka tersebut menjadi stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Sementara itu, serapan beras nasional telah mencapai 2,8 juta ton. Jumlah tersebut setara sekitar 70 persen dari target serapan tahun 2026 sebesar 4 juta ton.

Capaian itu disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026. Pemerintah menilai ketahanan pangan nasional semakin kuat di tengah tantangan global.

“Serapan beras Januari hingga 18 Mei mencapai 2,8 juta ton. Stok nasional juga mencapai 5,37 juta ton,” ucapnya.

“Ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ketahanan pangan nasional semakin kuat menghadapi tantangan global,” katanya.

Menurut Sudaryono, pemerintah terus memperkuat kemandirian pangan melalui penyerapan gabah dan penguatan cadangan beras pemerintah. Langkah itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

“Indonesia terus memperkuat kemandirian pangan nasional. Agar kebutuhan masyarakat tetap terjamin dalam kondisi apa pun,” ucapnya.

Ia menjelaskan produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton. Jumlah itu naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah juga mewaspadai ancaman musim kemarau panjang pada 2026. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Untuk mengantisipasi dampaknya terhadap produksi pangan, pemerintah memperkuat cadangan beras nasional. Pemerintah juga menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah Beras Dalam Negeri.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi mengapresiasi langkah pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional. Menurutnya, stok cadangan beras pemerintah menunjukkan kinerja pemerintah semakin kuat.

“Hingga Mei 2026 stok CBP telah melampaui 5 juta ton. Ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah,” ucapnya.

Meski demikian, DPR RI meminta pemerintah tetap mewaspadai ancaman krisis pangan global. Ancaman tersebut dipicu perubahan iklim dan gangguan perdagangan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....