Menkum: Negara Pasti Hadir Lindungi Keselamatan WNI di Luar Negeri

  • 20 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Hukum menegaskan negara hadir dan bertanggung jawab melindungi keselamatan WNI di luar negeri
  • Pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait penanganan kasus WNI, termasuk di Somalia
  • Kementerian Hukum memastikan terus melakukan upaya maksimal terkait persoalan kewarganegaraan WNI di luar negeri

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Hukum menegaskan negara akan tetap hadir dalam melindungi keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang menghadapi persoalan di luar negeri. Ia menyebut pemerintah terus melakukan koordinasi dalam penanganan sejumlah kasus yang melibatkan WNI.

Menurut Supratman Andi Agtas, Kementerian Luar Negeri telah melakukan langkah dialog dengan berbagai pihak terkait persoalan tersebut. Upaya itu dilakukan sebagai bagian dari langkah perlindungan terhadap WNI di luar negeri.

“Kalau terkait itu, pasti sudah dilakukan terkait dengan warga negara kita yang lagi ada masalah dengan bantuan kemanusiaan. Tapi itu kan sekarang kementerian luar negeri pasti sudah melakukan langkah-langkah dialog dengan seluruh pihak,” kata Menteri Hukum tersebut kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia mengatakan Kementerian Hukum juga melakukan upaya maksimal terkait persoalan kewarganegaraan warga Indonesia di luar negeri. Meskipun, pemerintah Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Pasti kami juga melakukan upaya untuk perusahaan maksimal mungkin, walaupun kita tahu kita tidak memiliki hubungan diplomatik. Tapi percaya bahwa negara pasti hadir dan bertanggungjawab terhadap keselamatan warga negara kita di luar negeri,” ujarnya.

Supratman menambahkan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terus memperkuat koordinasi penanganan kasus WNI di Somalia. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan kementerian terkait lainnya.

“Kementerian Luar Negeri terutama dan kementerian-kementerian terkait pasti akan melakukan upaya yang sama dan terkoordinasi. Tentu dengan Bapak Menlu nanti akan kita koordinasikan," ucap Supratman.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan keprihatinan atas penangkapan jurnalis dan aktivis Indonesia oleh Israel dalam misi menuju Gaza. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

“Secara fisik saya sangat prihatin atas berlanjutnya kejahatan kemanusiaan Israel dan pasukan zionisnya yang menangkapi para aktivis kemanusiaan. Tentu saja ini adalah sebuah pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan apalagi penculikan itu terjadi di perairan internasional,” katanya

Ia menilai tindakan Israel terus berulang karena belum adanya sanksi tegas dari dunia internasional. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pelanggaran terhadap relawan kemanusiaan kembali terjadi di wilayah perairan internasional.

Menurut Hidayat, penangkapan yang terjadi di perairan internasional semakin memperkuat dugaan pelanggaran hukum internasional oleh Israel. Ia meminta komunitas internasional tidak membiarkan tindakan tersebut terus berlangsung tanpa respons tegas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....