Kemlu: Tak Ada WNI Korban Penembakan di Pusat Islam San Diego
- 19 Mei 2026 21:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KJRI Los Angeles telah menerima informasi terkait insiden penembakan yang terjadi di Pusat Islam San Diego, California, pada, Senin, 18 Mei 2026.
- Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh KJRI Los Angeles, insiden itu menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia.
- Heni Hamidah menegaskan sampai saat ini belum ada laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban maupun terdampak dalam insiden tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - KJRI Los Angeles telah menerima informasi terkait insiden penembakan yang terjadi di Pusat Islam San Diego, California, Senin, 18 Mei 2026. Insiden tersebut kini tengah menjadi perhatian otoritas setempat dan pemerintah Indonesia, kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah.
Menurut Heni Hamidah, pihak San Diego Police Department (SDPD) masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik aksi penembakan tersebut. “Pihak San Diego Police Department (SDPD) masih menyelidiki motif dari insiden tersebut,” ujar Heni, Selasa, 19 Mei 2026 di Jakarta.
Menurutnya, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh KJRI Los Angeles, insiden itu menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia. Hingga kini, aparat keamanan setempat masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman terkait kronologi kejadian di lokasi.
Heni Hamidah menegaskan sampai saat ini belum ada laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban maupun terdampak dalam insiden tersebut. “KJRI Los Angeles menyampaikan bahwa sejauh ini belum terdapat laporan terkait WNI yang menjadi korban maupun terdampak insiden tersebut,” katanya menambahkan.
Kemlu RI bersama KJRI Los Angeles, lanjut Heni, akan terus memantau perkembangan penanganan kasus oleh otoritas Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia juga memastikan akan memberikan pendampingan dan bantuan apabila terdapat WNI yang membutuhkan bantuan terkait insiden tersebut.
Sementara, dua remaja pelaku menembak mati tiga pria di sebuah masjid di San Diego, California, dalam dugaan kejahatan kebencian, sebelum bunuh diri, kata polisi dilansir BBC. Disebutkan penembakan terjadi Senin pagi atau tepat dua jam setelah ibu dari salah satu tersangka menghubungi polisi untuk mengatakan putranya melarikan diri bersama seorang teman.
Polisi sudah memburu kedua pelaku ketika serangan di Pusat Islam San Diego dimulai, dan mereka menemukan tiga korban dengan luka tembak di luar bagian depan gedung. Petugas menemukan para tersangka berusia 17 dan 18 tahun yang tewas akibat luka yang mereka sebabkan sendiri di dalam sebuah kendaraan beberapa blok dari masjid.
Sementara, tiga orang tewas di Pusat Islam San Diego, termasuk seorang petugas keamanan yang dipuji karena mencegah korban jiwa lebih lanjut. Sedangkan, para penyelidik bekerja sama dengan FBI dan menganggap serangan itu sebagai kemungkinan kejahatan kebencian, demikian dilansir CNN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....