Hibahkan 165 Meriam, Tamalia: Joe Spartz Cinta Indonesia

  • 20 Mei 2026 13:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tamalia Alisjahbana menyebut Joseph L. Spartz mencintai sejarah dan budaya sejak muda hingga menetap lebih dari 40 tahun di Indonesia.
  • Joseph L. Spartz menghibahkan 165 koleksi meriam bersejarah kepada Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan dipamerkan tetap di Museum Kebangkitan Nasional.
  • Fadli Zon mengatakan pameran meriam menghadirkan narasi sejarah teknologi pertahanan, perdagangan, dan peradaban Nusantara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kolektor benda bersejarah, Joseph L. Spartz diketahui memiliki ketertarikan besar terhadap sejarah dan kebudayaan dunia sejak usia muda. Demikian disampaikan oleh Pengawas Museum dan Cagar Budaya, Tamalia Alisjahbana.

Ia menjelaskan Joseph L. Spartz lahir di Luxembourg pada 15 Agustus 1942. Semasa kecil, ia terinspirasi oleh pamannya yang bekerja dan menetap lama di Afrika sehingga menumbuhkan minatnya terhadap budaya.

"Dia sangat tertarik pada sejarah dan kebudayaan bangsa-bangsa lain. Dan dia memang menggemar membaca sampai akhir hidupnya," ujarnya saat ditemui wartawan usai peresmian Pameran Meriam Joseph L. Spartz, Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Mei 2026.

Setelah menyelesaikan studi ekonomi di Swiss, Joseph berkarier sebagai pengusaha dan banyak menghabiskan waktu di kawasan Asia Tenggara. Indonesia, kata dia, menjadi tempat yang paling berkesan baginya hingga ia menetap lebih dari 40 tahun.

Menurutnya, Joseph memiliki pandangan khusus terhadap Jakarta. Ia menggambarkan ibu kota sebagai kota metropolitan yang penuh energi dengan keberagaman budaya yang memperkaya kehidupan masyarakatnya.

"Jakarta adalah metropolis yang energi, beragam budaya yang menambah keseruan, cita rasa, dan intensitas kehidupan. Dia sangat, dia jatuh cinta dengan Indonesia dan lebih dari 40 tahun menetap,"

Kecintaannya terhadap sejarah juga diwujudkan melalui hobinya mengoleksi berbagai artefak bersejarah. Salah satu koleksi yang paling bernilai adalah meriam yang kini diserahkan kepada bangsa Indonesia sebanyak 165 buah.

Melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), koleksi tersebut dapat dilihat secara luas di Museum Kebangkitan Nasional. Menariknya, pameran tersebut juga akan menjadi pameran tetap di museum yang sudah berdiri sejak tahun 1899.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi dukungan keluarga Hong yang membantu proses penyerahan koleksi tersebut kepada negara. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk turut berkontribusi dalam pelestarian benda bersejarah nasional.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyoroti Pameran Meriam Joseph L. Spartz yang berlokasi di Museum Kebangkitan Nasional. Ia mengatakan, keberadaan pameran tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan perjalanan sejarah dan kekayaan peradaban bangsa kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, pameran meriam tersebut menghadirkan berbagai artefak dan narasi sejarah mengenai perkembangan teknologi pertahanan. Khususnya pada dinamika perdagangan, serta perjalanan peradaban Nusantara dari masa ke masa.

"Pameran meriam ini menghadirkan artefak dan narasi sejarah mengenai teknologi pertahanan. Adapun dinamika perdagangan, serta perjalanan peradaban Nusantara," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....