Menbud Fadli: Hari Kebangkitan Nasional Satukan Keberagaman Bangsa

  • 20 Mei 2026 09:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Semangat Kebangkitan Nasional 1908 dinilai menjadi awal transformasi perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomatik.
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan Harkitnas 2026 harus dimanfaatkan untuk menyatukan visi dan kekuatan bangsa menjaga perekonomian nasional.
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 sebagai momentum lahirnya kesadaran berbangsa yang menyatukan keberagaman Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 sebagai momentum lahirnya kesadaran berbangsa. Menurutnya, kesadaran tersebut mampu menyatukan keberagaman Indonesia menjadi kekuatan nasional.

Ia mengatakan, semangat Kebangkitan Nasional 1908 menjadi titik awal transformasi perjuangan bangsa. Dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomatik demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang bermartabat.

"Peristiwa tersebut menjadi fajar menyingsing bagi kesadaran berbangsa. Ketika kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi," katanya kepada wartawan usai upacara perayaan Hari Kebangkitan Nasional 2026, Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Mei 2026.

Sebelum tumbuhnya kesadaran nasional, perbedaan suku, bahasa, dan wilayah kerap dimanfaatkan penjajah untuk memecah belah bangsa Indonesia. Namun, setelah lahirnya semangat kebangkitan nasional, keberagaman tersebut justru berubah menjadi kekuatan pemersatu bangsa.

Ia menjelaskan, semangat Kebangkitan Nasional turut melahirkan tonggak sejarah penting lainnya. Seperti Sumpah Pemuda 1928 hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

"Perbedaan-perbedaan itu kemudian menjadi kekuatan yang menyatukan kita. Kebangkitan nasional merupakan proses dinamis dalam menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa," ujarnya.

Kebangkitan, kata dia, juga berarti keberanian bangsa untuk keluar dari ketertinggalan dan belenggu ketidaktahuan. Ia berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional terus menjadi pengingat pentingnya persatuan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan pandangan Presiden Prabowo Subianto tentang Hari Kebangkitan Nasional 2026. Ia menjelaskan bahwa momentum Harkitnas 2026 ini, harus dapat dimanfaatkan dalam menyatukan visi dan kekuatan.

"Menyatukan pandangan dan kekuatan. Sebagai satu bangsa terutama didalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....