Lonjakan Harga Minyak Gara-Gara Mafia Pangan, Komisi IV DPR: Bongkar Dalangnya
- 20 Mei 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah menyorot tajam, lonjakan harga minyak goreng di Indonesia.
- Jika benar yang disampaikan Mentan, kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh ulah mafia pangan, hal ini tidak boleh dibiarkan.
- Karena itu pemerintah harus tegas jika memang ada mafia pangan yang bermain, maka usut tuntas hingga ke akar-akarnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah menyorot tajam, lonjakan harga minyak goreng di Indonesia. Kenaikan harga minyak goreng tersebut, diduga akibat praktik jahat mafia pangan.
Pernyataan politikus PKB ini, sekaligus merespons ucapan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Sebelumnya, Mentan mengungkapkan, tata kelola minyak goreng sulit dikendalikan akibat ulah mafia pangan.
“Jika benar yang disampaikan Mentan, kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh ulah mafia pangan, hal ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus segera membongkar dalang di balik kenaikan harga minyak goreng, siapa pun yang terlibat tidak boleh dilindungi,” kata Rina Saadah dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Rina menegaskan, minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang digunakan hampir di seluruh rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga industri makanan. Karena itu, lonjakan harga minyak goreng akan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan memperburuk beban ekonomi keluarga.
“Ketika harga minyak goreng naik tidak terkendali, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil. Ibu rumah tangga, pedagang gorengan, UMKM, hingga pelaku usaha makanan harus menanggung biaya produksi yang semakin tinggi," ucap Rina.
"Negara harus hadir melindungi rakyat. Dengan memutus mata rantai mafia pangan yang mengganggu tata kelola distribusi dan harga minyak goreng,” sambung ucapan Rina.
Kemudian, ia menilai, keberadaan mafia pangan sangat berbahaya karena tidak hanya memicu kenaikan harga. Tetapi juga, merusak sistem distribusi pangan nasional.
Praktik penimbunan, permainan distribusi, hingga manipulasi pasokan dinilainya dapat menciptakan kelangkaan buatan. Tepatnya, di tengah kebutuhan masyarakat yang tinggi.
“Karena itu pemerintah harus tegas jika memang ada mafia pangan yang bermain, maka usut tuntas hingga ke akar-akarnya. Jangan ada kompromi dan jangan ada pihak yang dilindungi, proses hukum harus ditegakkan agar ada efek jera,” ujar Rina.
Sebelumnya diberitakan, Mentan Andi Amran Sulaiman meminta, Satgas Pangan Polri memberantas mafia pangan. Mafia pangan itu, dinilainya mengacaukan rantai pasok minyak goreng di pasar domestik.
Ia menekankan, tantangan terbesar dalam pembenahan tata kelola ini adalah banyaknya pihak yang mendukung keberadaan jaringan tersebut. Kerja sama dengan Satgas Pangan menjadi krusial untuk mengatasi hambatan ini.
"Ada mafia, ada mafia, saudaraku. Yang harus diberesin di republik ini," kata Mentan Amran, di Jakarta Selatan, Selasa, 20 Mei 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....