Harga Minyak Goreng Naik, Dipicu Konflik dan Permintaan Global
- 27 Apr 2026 15:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Permintaan global minyak sawit meningkat, termasuk untuk kebutuhan biofuel.
- Konflik geopolitik disebut turut menghambat rantai pasok bahan pendukung
- Harga minyak goreng diperkirakan naik hingga 20persen akibat tekanan pasar global.
Harga Minyak Goreng Naik, Dipicu Konflik dan Permintaan Global
RRI.CO.ID, Jakarta – Kenaikan harga minyak goreng kembali menjadi sorotan di tengah dinamika pasar global yang tidak menentu. Komoditas minyak sawit sebagai bahan baku utama mengalami tekanan dari berbagai faktor eksternal.
Analis Perdagangan Ahli Pertama,Rifaus Silviani, menyebut permintaan global naik memperketat pasokan serta menekan pasar domestik. Lonjakan harga diperkirakan mencapai 20 persen akibat meningkatnya permintaan global serta penggunaan minyak sawit untuk biofuel.
“Salah satu penyebab dari kenaikan harga minyak goreng di pasaran saat ini memang konflik di Timur Tengah salah. Distribusi bahan baku plastik juga ikut terhambat, sehingga biaya produksi ke dalam negeri semakin meningkat karena minyak goreng memang membutuhkan kemasan plastik, ” kata Rifaus Silviani, dalam dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin, 27 April 2026
Silviani mengungkapkan kenaikan harga sudah mulai terasa sejak periode Ramadan dan berlanjut setelah Lebaran. Kondisi tersebut diperkuat oleh kenaikan harga bahan pendukung produksi, termasuk kemasan plastik.
Pemerintah daerah bersama Bulog melakukan berbagai langkah untuk menekan harga di pasaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah distribusi minyak goreng melalui operasi pasar dengan harga lebih terjangkau.
Ia menyebut program distribusi ini difokuskan pada pasar pantauan untuk menjaga stabilitas harga. Namun, distribusi belum sepenuhnya merata sehingga masih terdapat perbedaan harga antarwilayah.
Silviani juga menjelaskan, bahwa kelangkaan sempat terjadi akibat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Stok minyak goreng dialihkan sementara untuk program bantuan tersebut sebelum kembali normal di pasar.
“Jika membaik distribusi bahan baku plastik juga bisa lancar. Kedepannya produksi dan lain sebagainya di dalam negeri juga semakin lancar dan harganya juga bisa kembali stabil.”
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memperburuk situasi pasar. Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga terkendali. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....