Presiden Instruksikan Bank Negara Turunkan Bunga untuk Rakyat

  • 20 Mei 2026 12:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk lebih berpihak pada rakyat kecil. Hal itu dikarenakan masih banyak bank yang berpihak ke pelaku usaha besar.
  • Presiden mengatakan, pengusaha besar kerap mendapat fasilitas kredit dari bank pemerintah.
  • Presiden juga menyoroti kondisi rakyat miskin yang dikenakan bunga pinjaman lebih tinggi dari perusahaan besar. Bagi Presiden, kondisi ini tidak masuk akal dan harus diperbaiki.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk lebih berpihak pada rakyat kecil. Menurut Kepala Negara, kredit perbankan selama ini terlalu banyak dinikmati oleh kelompok pengusaha besar.

"Saya minta bank-bank Himbara, cobalah menjadi bank yang patriotik, jangan dia lagi, dia lagi. Yang dikasih kredit orang yang sudah kaya," kata Presiden saat menyampaikan Pidato Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro di Rapat Paripurna, di Gedung Parlemen Senayan, Rabu, 20 Mei 2026.

Presiden mengatakan, pengusaha besar kerap mendapat fasilitas kredit dari bank pemerintah. Padahal, pelaku usaha yang besar, lanjutnya, sudah harus mulai mandiri dan mencari pembiayaan dari sumber lain.

"kalau dia sudah lama terima kredit dari pemerintah, ya sudah (stop), berjuang dong. Masa terus menerus dikasih kepada mereka," ujar Presiden.

Presiden juga menyoroti kondisi rakyat miskin yang dikenakan bunga pinjaman lebih tinggi dari perusahaan besar. Bagi Presiden, kondisi ini tidak masuk akal dan harus diperbaiki.

"Orang miskin disuruh bayar bunga lebih tinggi dari pengusaha besar, ini saya kira sudah di luar akal sehat. Saya perintahkan bank pemerintah ubah, turunkan bunga untuk rakyat miskin," ucap Presiden.

Kepala Negara meminta bank-bank negara untuk memberi ruang lebih besar kepada generasi muda. Pmeberian ruang tersebut untuk tumbuh menjadi pengusaha baru.

Pemerintah kini tengah menyiapkan skema pembiayaan startup bagi anak muda setelah menyelesaikan pendidikan. Presiden ingin anak-anak muda Indonesia juga bisa bersaing di dunia usaha.

"Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN, harus berani bersaing di dunia usaha. Begitu selesai pendidikan, kita harus beri kredit startup," katanya.

Menurut Presiden, langkah tersebut penting untuk diterapkan. Hal itu dikarenakan demokrasi ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok usaha tertentu saja.

"Kita harus dorong mereka tumbuh jadi pengusaha-pengusaha baru yang kuat. Demokrasi ekonomi artinya jangan yang itu-itu saja," ucap Presiden.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....