Rapat Paripurna DPR, Presiden Prabowo Targetkan Rupiah Rp16.800-Rp17.500 di 2027

  • 20 Mei 2026 11:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menargetkan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada 2027.
  • Target nilai tukar tersebut disampaikan dalam pidato KEM-PPKF RAPBN 2027 di rapat paripurna DPR RI.
  • Pemerintah menilai strategi fiskal dan moneter penting menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2027. Target tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

“Nilai tukar kita jaga di Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS. Strategi fiskal dan moneter harus strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” kata Presiden Prabowo.

Presiden menyampaikan target tersebut dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027. Dokumen tersebut menjadi dasar awal penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2027.

Selain nilai tukar rupiah, pemerintah juga menargetkan inflasi berada pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Presiden mengatakan stabilitas ekonomi nasional harus dijaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mencapai 5,8 hingga 6,5 persen. Sementara suku bunga surat berharga negara tenor 10 tahun diproyeksikan berada pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen.

Dalam sektor energi, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan berada pada rentang 70 hingga 95 dolar AS per barel. "Lifting minyak bumi ditargetkan 602 hingga 615 ribu barel per hari," ucap Presiden.

Presiden juga memproyeksikan lifting gas mencapai 934 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari. Seluruh target tersebut disusun pemerintah sebagai bagian strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....