Hadiri Paripurna, Presiden: Saya Ingin Sampaikan Langsung Arah Ekonomi Bangsa Kita
- 20 Mei 2026 10:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menyebut konflik global berdampak besar terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia.
- Presiden hadir langsung di DPR RI menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal RAPBN 2027.
- Prabowo menilai kondisi geopolitik dunia menuntut pemerintah lebih waspada mengelola perekonomian nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini penuh ketidakpastian akibat konflik internasional. Karena itu, Presiden memilih hadir langsung menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) tahun 2027.
“Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian. Untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita,” kata Presiden Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Presiden mengatakan, penyampaian tersebut menjadi bagian pembicaraan pendahuluan penyusunan Rancangan APBN Tahun 2027. Menurut Presiden, situasi global saat ini menuntut pemerintah mengambil langkah ekonomi yang lebih waspada dan terukur.
“Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian,” ujarnya. Presiden menilai perkembangan konflik internasional memiliki dampak besar terhadap kondisi ekonomi nasional.
Kepala Negara mencontohkan peperangan yang terjadi di sejumlah kawasan dunia, termasuk Eropa dan Timur Tengah. Menurut Presiden, konflik di berbagai negara tetap berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia meski berada jauh dari kawasan tersebut.
“Peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa, di Timur Tengah. Di kawasan yang walaupun jauh dari kita tetapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan kita,” ucap Presiden.
Presiden mengatakan, kondisi global tersebut menjadi alasan dirinya hadir langsung dalam rapat paripurna DPR RI. Ia menilai Presiden perlu menyampaikan langsung pokok-pokok pemikiran pemerintah mengenai pengelolaan ekonomi dan negara.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini. Saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” katanya.
Rapat Paripurna DPR RI tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026. Agenda utama sidang yakni penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....