Republika Jelaskan Alasan Dibalik Pengiriman Jurnalis ke Misi Sumud Flotilla

  • 19 Mei 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dua jurnalis Republika hilang kontak di perairan internasional dekat Siprus
  • Republika langsung melaporkan situasi darurat kepada Kementerian Luar Negeri RI.
  • Blokade bantuan kemanusiaan di Gaza diharapkan segera berakhir agar distribusi bantuan kembali terbuka.
  • Pemerintah Indonesia melacak keberadaan sembilan WNI dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta – Dua jurnalis harian Republika sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan internasional dekat Siprus, Senin 18 Mei 2026. Bambang Noroyono dan Thody Badai sedang mengikuti misi kemanusiaan global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza.

Wakil Pemimpin Redaksi Republika Stevy Maradona langsung meneruskan informasi darurat kepada pihak Kementerian Luar Negeri. Otoritas diplomatik Indonesia segera melacak keberadaan sembilan warga negara Indonesia di sana.

Ia menjelaskan alasan redaksi tetap memberangkatkan kedua jurnalis tersebut dalam misi berbahaya. Penugasan itu didasarkan pada kompetensi serta kesiapan fisik yang matang selama latihan.

"Kita mau masuk lagi karena blokade bantuan di Gaza masih terjadi, baik dari jalur darat maupun udara yang kini sudah jarang dilakukan. Oleh karena itu, kita ingin mencoba masuk lewat jalur laut yang memang masih terbuka,” kata Stevy, dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia mengatakan pihak manajemen Republika mengharapkan pernyataan resmi lanjutan dari Presiden Prabowo Subianto mengenai insiden ini. Perlindungan terhadap warga negara di wilayah konflik harus menjadi prioritas utama pemerintah.

"Tentu harapan pertama kami adalah ada statement lanjutan dari Menlu Sugiono, dari Presiden Prabowo Subianto, dari Wapres, terkait kondisi sembilan WNI. Bukan cuma dua jurnalis,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri diminta mengambil langkah diplomasi yang tegas. Komunitas pers nasional mendesak pembebasan secepatnya terhadap seluruh jurnalis yang ditangkap militer.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut mengecam pencegatan misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza oleh militer Israel. Menurutnya, insan pers berhak mendapat keamanan dalam bertugas

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan warga negara Indonesia, termasuk insan pers, harus selalu menjadi perhatian kita semua,” kata dia.

Masyarakat Indonesia memberikan dukungan moral serta doa demi keselamatan seluruh tim relawan kemanusiaan. Blokade bantuan kemanusiaan di kawasan Gaza diharapkan dapat segera berakhir melalui jalur laut. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....