Menbud Fadli: Museum Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi Budaya Indonesia
- 18 Mei 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fadli Zon menilai museum memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi budaya, mengacu pada kontribusi museum di berbagai negara terhadap lapangan kerja dan ekonomi nasional.
- Pemerintah melalui Museum dan Cagar Budaya mencatat kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,3 juta orang sepanjang 2025, sekaligus mendorong penguatan edukasi, riset, dan konservasi budaya.
- Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Ahmad Nuralam menyebut program 'Night at The Museum' akan melibatkan UMKM, kafe, dan rumah makan untuk menggerakkan ekonomi lokal di sekitar museum.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan museum memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi budaya di Indonesia. Menurutnya, pengalaman sejumlah negara menunjukkan museum mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat luas.
Ia menjelaskan museum di Amerika Serikat mampu menopang lebih dari 726 ribu lapangan pekerjaan. Dan juga berkontribusi sekitar 50 miliar dolar AS per tahun terhadap perekonomian nasional.
"Kita melihat sektor budaya dan industri kreatif secara global berkontribusi sekitar 4,3 triliun dolar AS. Atau sekitar 6 persen dari ekonomi dunia," katanya kepada wartawan usai orasi kebudayaan dalam peringatan Hari Museum Internasional, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026.
Sementara itu, museum di Kanada menghasilkan manfaat sosial tahunan mencapai 8,6 miliar dolar AS. Ia juga mencontohkan Belanda yang berhasil meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke museum melalui sistem Museumkaart.
Program tersebut mendorong sekitar 9,6 juta kunjungan setiap tahun dengan akses ke lebih dari 500 museum dalam satu jaringan nasional. Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan kekayaan budaya nasional untuk memperkuat sektor ekonomi budaya yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, pemerintah pun mulai mendorong langkah strategis melalui pembentukan Museum dan Cagar Budaya (MCB) sebagai BLU. "Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan ke museum dan cagar budaya mencapai 4,3 juta pengunjung," ucapnya.
Ia berharap angka tersebut terus meningkat seiring pengembangan layanan dan kualitas museum di berbagai daerah. Ia menekankan museum harus menjadi ruang budaya yang hidup dan dekat dengan masyarakat.
Selain menjaga warisan sejarah, museum juga diharapkan mampu memperkuat edukasi publik. Ada pun riset, konservasi, hingga mendukung regenerasi pelaku budaya.
"Pendapatan yang dihasilkan museum dan situs budaya harus dikembalikan untuk memperkuat konservasi. Ada juga riset, edukasi publik, kualitas layanan, dan keberlanjutan warisan budaya itu sendiri," ujarnya.
Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, mengungkapkan Museum Negeri NTB mulai mengembangkan peran barunya sebagai penggerak ekonomi lokal. Melalui berbagai program, museum tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Museum NTB akan menghadirkan program “Night at The Museum” akan melibatkan pelaku UMKM di sekitar kawasan museum. Ia melihat potensi besar dalam mengintegrasikan aktivitas budaya dengan ekonomi kreatif.
"Kami akan melibatkan UMKM, termasuk kafe dan rumah makan di sekitar museum," katanya. Ia menjelaskan bahwa konsep yang diusung adalah membentuk kawasan penyangga ekonomi dalam radius satu kilometer.
Menurutnya, keberadaan museum di tengah kota menjadi peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi lokal. Interaksi antara pengunjung dan pelaku usaha akan menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....