Purbaya Sebut Pelemahan IHSG Hari Ini Masih Dipengaruhi Sentimen Jangka Pendek

  • 18 Mei 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG dan rupiah dipicu sentimen jangka pendek, bukan lemahnya fundamental ekonomi Indonesia.
  • Pemerintah mulai masuk lebih agresif ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan menahan arus keluar investor asing.
  • Purbaya meminta investor tidak panik menghadapi koreksi IHSG dan menyarankan memanfaatkan pelemahan pasar untuk membeli saham.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Menurutnya, tekanan pasar saat ini lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.

“Enggak apa-apa nanti kita perbaiki, kan pondasi ekonominya bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek,” kata Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 18 Mei 2026.

Purbaya menegaskan pemerintah akan fokus menjaga fundamental ekonomi nasional agar pertumbuhan tetap terjaga. Pemerintah juga mulai masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

“Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Minggu lalu sudah masuk, tapi hanya sedikit,” ujar Purbaya.

Menurutnya, intervensi di pasar obligasi dilakukan agar investor asing tidak melepas kepemilikan surat utang pemerintah akibat kekhawatiran capital loss. “Sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut ada capital loss gara-gara harga obligasi turun,” katanya.

Purbaya menilai pelemahan IHSG saat ini dipengaruhi banyak sentimen eksternal dan psikologis pasar. Salah satunya, kekhawatiran bahwa pelemahan rupiah akan menyeret Indonesia ke situasi krisis seperti tahun 1997-1998.

Namun, ia memastikan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda jauh dibanding masa krisis moneter. Menurut Purbaya, Indonesia belum berada dalam kondisi resesi dan pertumbuhan ekonomi masih cukup kuat.

“Kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti '97-'98 lagi. Beda, '97-'98 itu kebijakannya salah,” ucapnya.

Ia mengatakan saat ini pemerintah masih memiliki ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperbaiki kondisi pasar. Karena itu, Purbaya meminta investor tidak panik menghadapi pelemahan IHSG.

Bahkan, Purbaya menyarankan investor memanfaatkan koreksi pasar untuk membeli saham di harga rendah. “Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari sudah balik, jadi jangan lupa beli saham,” kata Purbaya.

IHSG sendiri ditutup melemah 1,85 persen ke level 6.599,24 pada akhir perdagangan sesi II, Senin sore. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp20,6 triliun dengan volume 31,9 miliar lembar saham.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....