Kemenag: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI
- 17 Mei 2026 16:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenag: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI
- Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya menghidupkan kembali spirit perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Ia dinilai sebagai sosok pendiri fondasi penguatan moderasi beragama, transformasi pesantren, dan penguatan kebangsaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya menghidupkan kembali spirit perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Ia dinilai sebagai sosok pendiri fondasi penguatan moderasi beragama, transformasi pesantren, dan penguatan kebangsaan.
Hal itu disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam kegiatan bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI. Buku ini bertema The Mastermind of Movement: Mengupas Tuntas Seni Kepemimpinan Inklusif dan Dialektika Moderasi.
Menag menegaskan, pesantren merupakan institusi pendidikan asli Indonesia yang telah teruji oleh zaman. Pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas bangsa serta mencetak kader pemimpin berjiwa nasionalisme dan keislaman.
Dalam sambutannya, Menag menyampaikan, pemerintah saat ini tengah memperkuat kelembagaan pesantren melalui transformasi Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Langkah tersebut dilakukan agar pesantren berkembang sebagai pusat inovasi, pemberdayaan ekonomi umat, dan institusi pendidikan tingkat global.
“Jika dahulu KH. Abdul Wahab Hasbullah menggunakan organisasi dan diplomasi untuk menjaga bangs. Maka hari ini kita harus menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjaga kedaulatan bangsa serta martabat kemanusiaan,” ujar Menag secara daring dalam acara yang digelar di UIN Jurai Siwo, Lampung, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menag juga menekankan pentingnya meneladani pemikiran dan perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Dimana ia memiliki peran dalam membangun pendidikan Islam yang moderat, adaptif, dan relevan terhadap perkembangan zaman.
Hal yang sama disampaikan Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said. Ia menyampaikan bahwa sejarah perjuangan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kontribusi pesantren dan tokoh-tokoh besar seperti Kiai Wahab Hasbullah.
“Ketika berbicara tentang Indonesia dan pesantren, maka tidak lengkap jika tidak membicarakan Kiai Wahab Hasbullah. Beliau bukan hanya pendiri organisasi, tetapi juga pemikir kebangsaan yang menjaga keutuhan Indonesia melalui pendekatan keagamaan yang moderat,” katanya.
Basnang menilai warisan pemikiran Kiai Wahab masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan intoleransi, kekerasan, dan fragmentasi sosial. Sementara itu, perwakilan keluarga besar KH. Wahab Hasbullah, Ita Rahmawati, menyebut Kiai Wahab sebagai “arsitek dialektika moderasi”.
Kiai Wahab mampu memadukan nilai keagamaan dan kebangsaan dalam satu napas perjuangan. "Kiai Wahab mengajarkan bahwa moderasi bukan berarti kehilangan pendirian, tetapi kemampuan menempatkan kebenaran di tengah berbagai ekstremitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, buku tersebut mengulas kepemimpinan Kiai Wahab melalui pendekatan The Mastermind of Movement. Dimana menggambarkan kemampuan beliau membangun gerakan sosial-keagamaan secara inklusif, strategis, dan visioner.
Kiai Wahab dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik berdirinya NU pada 1926 bersama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Ia juga berperan besar dalam perjuangan Komite Hijaz serta menggagas gerakan kebangsaan seperti Taswirul Afkar dan Nahdlatul Wathan.
Sementara itu, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting menghadirkan spirit perjuangan. “Memahami bagaimana pemikiran Kiai Wahab Hasbullah menjadi fondasi moderasi, pendidikan, dan kecintaan terhadap NKRI,” ujar Ida.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....