Benarkah Pemerintah Bangun 1.582 Kapal Ikan Modern untuk Nelayan? Simak Faktanya

  • 16 Mei 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menegaskan pembangunan kapal mulai direalisasikan secara bertahap sejak tahun ini
  • Selain pembangunan kapal, pemerintah menyiapkan pelatihan awak kapal melalui sekolah perikanan dan masyarakat pesisir
  • Tahap awal pembangunan difokuskan pada penyelesaian 50 unit kapal sepanjang 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah berencana membangun 1.582 kapal ikan modern untuk nelayan di berbagai daerah Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari strategi modernisasi armada perikanan nasional sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Dirangkum dalam laman kkp.go.id, Sabtu, 16 Mei 2026, rencana pembangunan kapal disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pembangunan kapal mulai direalisasikan secara bertahap sejak tahun ini.

“Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan,” ujar Presiden Prabowo di hadapan nelayan dan masyarakat pesisir, Sabtu, 9 Mei 2026.

Program bantuan kapal nantinya dijalankan melalui koperasi nelayan di berbagai daerah Indonesia. Pemerintah mendorong pembentukan kelompok usaha berbasis koperasi agar distribusi bantuan lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

Kapal yang dibangun terdiri dari berbagai ukuran sesuai kebutuhan wilayah penangkapan ikan nasional. Sebagian besar kapal yang disiapkan merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton atau GT untuk mendukung aktivitas ekonomi pesisir.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pembangunan kapal dilakukan bertahap mulai 2026 hingga 2028 mendatang. Pemerintah juga memastikan seluruh proses produksi dilakukan di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional.

“Seluruh kapal diproduksi di dalam negeri. Tujuannya, agar industri galangan kapal nasional ikut tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan,” kata Trenggono.

Selain pembangunan kapal, pemerintah menyiapkan pelatihan awak kapal melalui sekolah perikanan dan masyarakat pesisir. Langkah tersebut dilakukan agar nelayan mampu mengoperasikan armada modern secara optimal dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif mengatakan, tahap awal pembangunan difokuskan pada penyelesaian 50 unit kapal sepanjang 2026. Pemerintah kini menyiapkan desain kapal, bahan baku, hingga kesiapan galangan kapal nasional.

Program modernisasi armada tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan memperluas jangkauan melaut masyarakat pesisir. Pemerintah juga menilai pembangunan kapal modern menjadi langkah penting memperkuat kedaulatan maritim dan ekonomi biru Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....