Komisi IV DPR RI Soroti Masalah Ketimpangan Lahan Petani Indramayu

  • 16 Mei 2026 12:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi IV DPR RI menyoroti ketimpangan penguasaan lahan petani di Indramayu yang berdampak pada kesejahteraan.
  • Rokhmin Dahuri mendorong pemerintah memperkuat pelaksanaan reforma agraria bagi petani dan nelayan.
  • DPR RI juga menyoroti perlambatan ekonomi di jalur Pantura Jawa Barat yang memengaruhi daya beli masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menilai ketimpangan penguasaan lahan masih menjadi persoalan bagi petani di Indramayu. Ia mengatakan kondisi itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat kecil.

Rokhmin mengatakan persoalan agraria masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Ia mendorong pemerintah memperkuat pelaksanaan reforma agraria.

“Tahu enggak petani Indramayu lahan garapannya berapa rata-rata? Hanya 0,4 hektar, padahal skala ekonomi kalau petani itu mau sejahtera minimal 2,5 hektar,” ujar Rokhmin di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut menilai persoalan penguasaan lahan bukan hanya terjadi di Indramayu, tetapi juga menjadi isu nasional. Menurutnya, penguasaan aset produksi di Indonesia masih didominasi kelompok tertentu.

“Ada 0,2 persen pengusaha besar yang punya lahan. Sekitar 70 persen dari total lahan di Indonesia,” ucap Rokhmin.

Rokhmin mendorong pelaksanaan reforma agraria dilakukan lebih serius. Menurutnya, petani dan nelayan perlu memperoleh akses ekonomi yang lebih adil.

Ia mengatakan pembenahan distribusi lahan penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil. Menurut Rokhmin, kesejahteraan petani akan sulit tercapai tanpa perbaikan penguasaan lahan.

Rokhmin juga menyoroti kondisi ekonomi di jalur Pantura Jawa Barat. Menurutnya, aktivitas industri dan perdagangan di sejumlah wilayah mulai mengalami perlambatan.

Ia mengatakan kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya pengangguran dan melemahnya daya beli masyarakat. Menurut Rokhmin, pemerintah memperhatikan dampak pertumbuhan ekonomi terhadap masyarakat kecil, khususnya petani dan nelayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....