Menabung 20 Tahun untuk Berhaji, Sang Petani Jumaria Tiba di Madinah
- 10 Mei 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jumaria tiba di Madinah, setelah menabung biaya haji hampir 20 tahun melalui pekerjaan pertanian.
- Otoritas Keimigrasian Arab Saudi memilih Jumaria menjadi Ikon Haji 2026 melalui akun @makkahroute
- Jumaria mempertahankan tabungan hajinya meskipun menjalani kehidupan sederhana ditengah keterbatasan ekonomi sehari-hari.
RRI.CO.ID, Madinah - Jumaria akhirnya tiba di Madinah, setelah menabung biaya haji hampir 20 tahun melalui pekerjaan pertanian. Kisah perempuan asal Maros, Sulawesi Selatan, tersebut viral dan menginspirasi calon jemaah haji Indonesia.
| Baca juga: Jemaah Haji Diingatkan Patuhi Aturan Ihram |
Otoritas Keimigrasian Arab Saudi menginformasikan kisah Jumaria melalui akun @makkahroute pada Jumat, 8 Mei 2026. Jumaria kemudian terpilih menjadi Ikon Haji 2026, setelah perjuangannya menarik perhatian publik internasional luas.
Perempuan hampir 70 tahun tersebut bekerja sebagai petani sawah serta kebun wilayah Maros sehari-harinya. Seluruh tabungan hajinya berasal dari penghasilan kecil dan pekerjaan berat yang dilakukan setiap harinya secara sendiri.
“Kalau pagi jam enam pergi sawah. Pulang baru makan,” ujar Jumaria kepada media di Madinah, Minggu, 10 Mei 2026.
Jumaria tinggal sendirian dalam rumah sederhana yang berada ditengah kawasan persawahan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kondisi fisik Jumaria masih kuat meskipun dirinya tetap aktif bekerja kebun setiap hari rutin.
“Kalau sudah panen padi. Saya jual lalu saya simpan,” katanya.
Jumaria menyisihkan hasil panen padi serta upah kebun untuk kebutuhan tabungan hajinya setiap hari. Ia menerima upah harian kecil melalui pekerjaan berkebun milik warga sekitar tempat tinggalnya sendiri.
“Kadang dapat 500 atau 700. Semuanya saya simpan,” ucapnya.
Tabungan haji Jumaria disimpan di bawah kasur, serta ember di dalam rumah sederhana miliknya sehari-hari. Ia menutupi uang tabungannya menggunakan kain bekas agar keberadaannya tidak diketahui orang lain sekitar.
Jumaria tetap mempertahankan tabungan hajinya meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi sehari-hari cukup berat sendiri. Saat kekurangan lauk, Jumaria memasak daun ubi serta telur ayam peliharaannya untuk kebutuhan makan.
“Daun ubi saja saya masak, dan telur ayam. Sementara uang tabungan tidak saya ambil,” katanya dengan nada yang rendah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....