Presiden RI Dijadwalkan Hadiri Peresmian Museum Marsinah, Ketahui Prosesinya
- 16 Mei 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026
- Museum dibangun untuk merekam perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah sebagai simbol perjuangan buruh nasional.
- Sekitar 7.000 buruh dan sejumlah tokoh internasional dijadwalkan menghadiri acara peresmian tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peresmian tersebut berlangsung di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Sabtu, 16 Mei 2026.
Melansir keterangan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI, kepastian kehadiran Presiden diterima sejak dua hari lalu. Presiden dijadwalkan tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB sebelum acara dimulai pukul 09.00 WIB.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea memastikan Presiden Prabowo hadir langsung dalam peresmian museum tersebut. Menurutnya, seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan bersama panitia dan pemerintah daerah.
“Sudah, sudah confirm Presiden Prabowo hadir meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah. Kepastian tersebut sudah kami terima sejak dua hari lalu,” ujarnya, Jumat, 15 Mei 2026.
Prosesi Peresmian Museum
Dalam agenda yang disusun panitia, hanya terdapat dua sambutan utama pada acara peresmian museum tersebut. Sambutan akan disampaikan Andi Gani Nena Wea dan Presiden Prabowo Subianto.
Setelah sambutan selesai, Presiden dijadwalkan menekan tombol simbolis tanda peresmian museum Marsinah di Nganjuk. Selanjutnya, Presiden akan meninjau area museum bersama Andi Gani Nena Wea.
“Setelah tekan tombol, saya akan ajak beliau langsung meninjau museum. Seluruh area museum nantinya akan diperlihatkan kepada Presiden,” katanya.
Museum tersebut dibangun untuk merekam perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah sebagai simbol perjuangan buruh nasional Indonesia. Dokumentasi museum mencakup masa kecil Marsinah hingga akhir hayatnya.
Rumah Singgah untuk Peziarah
Selain museum, panitia juga menyiapkan rumah singgah bagi peziarah yang datang dari luar daerah Indonesia. Rumah singgah tersebut berada di bagian belakang area museum Marsinah.
Andi Gani mengatakan rumah singgah disediakan gratis bagi peziarah yang tidak memperoleh tempat penginapan selama berkunjung. Namun demikian, pengunjung hanya diperbolehkan menginap maksimal satu malam.
“Ada rumah singgah di belakang untuk para peziarah yang tidak mendapat penginapan. Fasilitas tersebut diberikan gratis maksimal satu malam,” ucapnya.
Ia menjelaskan museum akan dibuka untuk masyarakat umum tujuh hari setelah peresmian resmi dilaksanakan pemerintah. Jam operasional museum dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB setiap hari.
Pengelolaan museum nantinya berada di bawah Yayasan KSPSI yang tengah menyiapkan struktur kepengurusan resmi. Selain itu, yayasan juga menyiapkan pengelolaan program edukasi sejarah perjuangan buruh nasional.
Dihadiri Ribuan Buruh
Sekitar 7.000 buruh dari sejumlah daerah di Jawa Timur diperkirakan menghadiri acara peresmian museum Marsinah tersebut. Mereka berasal dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, hingga Kabupaten Nganjuk.
Selain buruh nasional, sejumlah tokoh buruh internasional juga dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut di Nganjuk. Salah satunya Sekretaris Jenderal ITUC-Asia Pacific, Shoya Yoshida.
Menurut Andi Gani, peresmian museum oleh Presiden menjadi momen penting sejarah perjuangan buruh Indonesia modern. Kehadiran Presiden dinilai menunjukkan penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah sebagai pahlawan nasional.
“Tentu kita harus bersyukur simbol perjuangan buruh, Ibu Marsinah, mendapatkan gelar terhormat sebagai pahlawan nasional. Kehadiran Presiden menjadi penghormatan besar,” tuturnya.
Selain peresmian museum, Andi Gani juga berencana mengajak Presiden berziarah ke makam Marsinah di Nganjuk. Presiden juga dijadwalkan melihat produk UMKM binaan aktivis buruh yang telah diekspor ke luar negeri.
“Saya berencana mengajak beliau ziarah ke makam Ibu Marsinah dan melihat produk UMKM binaan aktivis buruh. Produk tersebut sudah diekspor ke beberapa negara,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....