Wamendiktisaintek Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Menjadi Generasi Unggul
- 15 Mei 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamendiktisaintek Fauzan, mendorong lulusan perguruan tinggi menjadi generasi unggul menghadapi tantangan global.
- Fauzan menegaskan lulusan perguruan tinggi harus bermental tangguh dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, serta perkembangan teknologi global.
- Lulusan saat ini memasuki kehidupan nyata dengan persoalan kompleks, sehingga membutuhkan keberanian, energi, dan daya juang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, mendorong lulusan perguruan tinggi menjadi generasi unggul menghadapi tantangan global. Pesan tersebut disampaikan Fauzan saat menghadiri Wisuda Sarjana pertama dan Milad pertama Institut Pendidikan dan Teknologi Aisyiyah, Riau.
Fauzan menegaskan lulusan perguruan tinggi harus bermental tangguh dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, serta perkembangan teknologi global. Menurutnya, lulusan saat ini memasuki kehidupan nyata dengan persoalan kompleks, sehingga membutuhkan keberanian, energi, dan daya juang.
"Saudara saat ini sudah lulus dari kampus dan menuju kampus kehidupan yang lebih nyata, yang lebih kompleks persoalannya. Tentu memerlukan keberanian, energi, dan mental yang kuat untuk menyelesaikan problematika yang berkembang," ujar Wamen Fauzan di Sidang Terbuka Senat IPTAR pada Wisuda Sarjana ke-1 sekaligus Milad ke-1 IPTAR, yang diterima RRI pada Jumat, 15 Mei 2026.
Wamendiktisaintek juga mengingatkan pentingnya membangun rasa percaya diri, karakter baik, dan kemampuan beradaptasi menghadapi persaingan dunia kerja modern. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta penguasaan soft skill sangat penting dalam mendukung keberhasilan lulusan menghadapi perubahan teknologi cepat.
Data Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi Provinsi Riau tahun 2025 tercatat mencapai angka 35,30 persen secara keseluruhan. Capaian tersebut sedikit di atas rata-rata nasional sebesar 32,89 persen sehingga memerlukan penguatan akses pendidikan berkualitas merata.
Institut Pendidikan dan Teknologi Aisyiyah Riau saat ini memiliki 634 mahasiswa aktif dengan dukungan 20 dosen tetap berkualitas. Tiga dosen tetap kampus tersebut telah bergelar doktor sehingga memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan akademik mahasiswa berkelanjutan.
Dua dari tiga program studi IPTAR berhasil memperoleh akreditasi Baik Sekali sebagai bukti keseriusan menjaga mutu pendidikan. Pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan pesat kampus daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berkualitas nasional.
Pemerintah pun terus memperluas akses pendidikan bermutu melalui penguatan pendidikan daerah tertinggal, terdepan, serta terluar di Indonesia. Bahkan, pemerintah juga memperluas program beasiswa pendidikan lanjutan guna mendukung peningkatan kualitas generasi muda nasional.
Kebijakan tersebut sejalan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, turut mendorong transformasi pendidikan tinggi melalui kebijakan berdampak nasional.
Kepala LLDikti Wilayah XVII, Nopriadi, mengapresiasi perkembangan IPTAR meskipun kampus tersebut baru berdiri selama satu tahun. Ia menilai lulusan angkatan pertama memiliki tanggung jawab besar menjaga citra serta kualitas kampus ditengah kehidupan masyarakat.
Momentum wisuda perdana IPTAR diharapkan memperkuat semangat perguruan tinggi menghasilkan lulusan adaptif, kompetitif, serta berkarakter kuat nasional. Seluruh pemangku kepentingan pendidikan diajak bersama membangun ekosistem pendidikan tinggi berdampak menghadapi perkembangan teknologi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....