Kenaikan Yesus Kristus bukan Sekadar Seremoni, Jemaat Diajak Pendalaman Iman
- 14 Mei 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendeta Abraham Ruben Persang menekankan pentingnya pendalaman iman agar perayaan Kenaikan Yesus tidak berhenti pada ritual, tetapi benar-benar dihayati dan diterapkan dalam kehidupan.
- Ia menyebut Kenaikan Yesus sebagai panggilan untuk bertindak nyata, di mana umat diminta menghadirkan iman melalui aksi konkret bagi sesama dan kehidupan sosial.
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Pendeta Abraham Ruben Persang mengingatkan pentingnya pendalaman iman di kalangan jemaat. Ia menilai, perayaan Kenaikan Yesus belum mendapatkan perhatian yang sama seperti Natal dan Paskah.
Hal ini menunjukkan perlunya edukasi iman agar umat tidak hanya berhenti pada ritual dan seremonial. Tetapi mampu menghayati iman secara mendalam dan menerapkannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
“Karena kalau kita sudah menghayati dengan tepat, maka tentunya aplikasinya juga tepat. Tapi kalau menghayatinya kurang tepat, ya kita akan berhenti kepada ritual dan seremonial saja,” ujar Pendeta Abraham usai Ibadah Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, di GPIB Immanuel, Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.
Pendeta Abraham juga menekankan setiap umat untuk hadir dan berdampak di kehidupan sosial. Ia menjelaskan, makna kenaikan Yesus tidak berhenti pada peristiwa iman semata.
Momen ini, menurutnya, menjadi panggilan bagi jemaat untuk mengimplementasikan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menambahkan, peristiwa kenaikan Yesus ke surga bukan sekadar fenomena adikodrati yang dipandang atau dirayakan.
Kenaikan Yesus Kristus menjadi pengingat umat agar mampu memberi dampak konkret dalam kehidupan sosial. “Wujudnya ya dinyatakan dengan hal-hal yang konkret, yang dibutuhkan oleh sesama,” katanya.
Untuk pelaksanaan ibadah, Pendeta Abraham menyebutkan, GPIB Immanuel Jakarta menggelar empat sesi ibadah dalam sehari. Yakni pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB, 16.00 WIB (berbahasa Inggris), dan 18.00 WIB.
Ia menambahkan, jumlah jemaat dalam setiap sesi berkisar antara 400 hingga 500 orang. Sementara itu, kehadiran terbanyak biasanya pada ibadah pagi pukul 09.00 WIB dan 18.00 WIB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....