PMK dan LSD Mengintai, PDHI-Human Initiative Perketat Pengawasan Hewan Kurban
- 14 Mei 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Iduladha, perhatian terhadap kesehatan hewan kurban kembali menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya jumlah pemotongan hewan dan masih ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), pengawasan kesehatan ternak kini diperketat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman dan sesuai syariat.
Kementerian Pertanian mencatat jumlah pemotongan hewan kurban di Indonesia pada 2025 mencapai 2,26 juta ekor atau meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
Lonjakan tersebut membuat kebutuhan pengawasan kesehatan hewan semakin penting, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit ternak di berbagai daerah.
Karena itu, Human Initiative bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) memperkuat kolaborasi dalam program Sebar Qurban 2026.
Kerja sama ini difokuskan pada pendampingan peternak, pemeriksaan kesehatan hewan kurban, hingga pengawasan kualitas distribusi hewan sebelum proses penyembelihan.
Selain memastikan hewan dalam kondisi sehat, kolaborasi tersebut juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan daging kurban yang higienis dan aman dikonsumsi.
Ketua Umum PB PDHI, Muhammad Munawaroh, menegaskan masyarakat perlu lebih teliti dalam memilih hewan kurban, terutama di tengah masih munculnya kasus PMK dan LSD.
“Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan kurban agar tidak memilih hewan yang sakit,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal dalam seluruh proses qurban.
Menurutnya, kesejahteraan hewan saat proses penyembelihan juga harus menjadi perhatian panitia kurban.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Jenderal PB PDHI, Andi Wijanarko, serta Bendahara I PB PDHI, Ani Juwita Handayani.
Sementara itu, GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, mengatakan lembaganya telah menjalankan program kurban selama lebih dari dua dekade dengan cakupan penerima manfaat yang terus berkembang.
“Tahun 2026 ini Human Initiative insya Allah akan menyalurkan kurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara,” kata Ferry.
Ia menyebut dukungan PDHI menjadi langkah penting untuk memastikan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan, hingga kualitas distribusi daging tetap terjaga sampai ke tangan masyarakat.
Selain pemeriksaan kesehatan ternak, kedua pihak juga mendorong panitia qurban menerapkan proses pemotongan yang higienis.
Mulai dari pemisahan daging dan jeroan, menjaga kebersihan area penyembelihan, hingga memastikan distribusi berjalan aman agar daging diterima masyarakat dalam kondisi layak konsumsi.
Bagi Human Initiative dan PDHI, kurban bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang menjaga kualitas pangan dan kesehatan masyarakat secara bersama-sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....