DPR Soroti Peran Strategis Dewas RRI pada Periode Mendatang

  • 13 Mei 2026 19:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Putra Nababan menilai Dewan Pengawas memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan serta program RRI ke depan
  • Ia meminta Dewas tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga berpihak terhadap kepentingan pendengar dan manfaat publik
  • Putra juga mendorong RRI terus meningkatkan layanan digital tanpa meninggalkan kebutuhan siaran masyarakat di desa dan kabupaten

RRI.CO.ID, Jakarta - DPR RI menyoroti pentingnya peran Dewan Pengawas (Dewas) bagi masa depan LPP RRI. Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mengatakan, Dewas menentukan arah kebijakan dan program siaran RRI.

Untuk itu, lanjut dia, Dewan Pengawas harus memahami kebutuhan masyarakat luas serta memperkuat manfaat siaran publik nasional. “Dewas bukan hanya mengerti persoalan teknis. Mereka harus membuat RRI lebih bermanfaat bagi masyarakat,” kata Putra kepada RRI.CO.ID, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama LPP RRI, LPP TVRI dan LKBN ANTARA, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, lembaga penyiaran publik memiliki peran penting menyampaikan informasi kepada masyarakat. Keberadaan RRI, lanjut dia, harus memberi manfaat besar bagi seluruh pendengar.

Ia berharap, Dewan Pengawas terpilih mampu menjalankan fungsi pengawasan lembaga penyiaran publik secara maksimal. Keberpihakan terhadap kepentingan pendengar juga dianggap sangat penting.

“Kami ingin Dewas benar-benar mampu mengawasi tugas lembaga penyiaran publik. Dewas juga harus memahami kebutuhan pendengar RRI,” ujarnya.

Selain itu, Putra menilai RRI perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan media digital saat ini. Adaptasi diperlukan menjaga eksistensi RRI menghadapi disrupsi media.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap layanan digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, layanan siaran manual tetap dibutuhkan masyarakat desa dan kabupaten.

Putra meminta RRI meningkatkan kualitas siaran digital tanpa meninggalkan layanan siaran konvensional. Penyajian konten juga dinilai perlu terus diperbarui mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Di desa dan kabupaten, siaran manual masih dibutuhkan masyarakat. Karena itu layanan digital dan penyajian harus terus ditingkatkan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....