RRI Gandeng Komunitas Tuna Netra untuk Siaran Inklusif Piala Dunia 2026

  • 13 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • LPP RRI menggandeng komunitas tuna netra dalam program publikasi Piala Dunia 2026
  • Direktur Utama I Hendrasmo menegaskan komitmen RRI menghadirkan siaran publik yang inklusif bagi seluruh masyarakat
  • RRI menyiapkan program multiplatform melalui radio, media sosial, podcast, hingga portal digital selama Piala Dunia 2026

RRI.CO.ID, Jakarta — Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo berkomitmen RRI menghadirkan siaran Piala Dunia 2026 yang inklusif bagi seluruh masyarakat. Salah satu langkahnya dilakukan melalui kerja sama dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dalam program publikasi Piala Dunia.

Menurut Hendrasmo, RRI ingin memastikan atmosfer Piala Dunia dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, RRI tidak hanya menghadirkan siaran olahraga, tetapi juga memperluas akses layanan publik yang inklusif.

“Kerjasama ini sebagai bagian komitmen RRI untuk menghadirkan siaran publik yang inklusif dan dapat diakses oleh lapisan masyarakat. Termasuk penyandang disabilitas netra,” ujar Hendrasmo dalam pemaparannya saat Rapat Dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Dirut RRI memastikan lembaga publik menyiapkan program siaran "Pesta Bola Dunia" atau "Bola Gembira 2026" melalui tiga fase utama. Tahapan tersebut meliputi fase prapertandingan, fase pertandingan berlangsung, dan fase pascapertandingan.

Pada fase prapertandingan, RRI fokus membangun antusiasme publik melalui berbagai format siaran dan konten digital. Program tersebut mencakup greeting, promo, dialog, trivia, buletin, podcast, hingga testimoni tokoh olahraga.

Sementara itu, saat pertandingan berlangsung, RRI menghadirkan siaran langsung, reportase lapangan, dan dialog interaktif bersama publik. RRI juga melakukan diseminasi konten melalui media sosial hingga kegiatan nonton bareng di berbagai daerah.

Menurut Hendrasmo, pendekatan multiplatform dilakukan menyesuaikan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin dinamis. Publik saat ini dinilai tidak hanya mengakses radio konvensional, tetapi juga media sosial, portal berita, dan podcast digital.

“Oleh karena itu, RRI hadir secara simultan di seluruh kanal. Agar informasi semakin luas dan relevan dengan berbagai kelompok audiensi,” kata Direktur Utama tersebut.

Hendrasmo mengatakan penguatan platform digital dilakukan untuk menjaga relevansi media publik di tengah perubahan konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian memperluas jangkauan layanan informasi publik nasional.

“Ini bukan sekadar pembinaan platform. Tapi bagian upaya memperluas jangkauan layanan publik, memperluas kreditas informasi dan menjaga kehadiran RRI di ruang digital nasional,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....