Menko Polkam Apresiasi TNI AL Berantas Penyelundupan Senilai Rp14 Triliun

  • 13 Mei 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengapresiasi keberhasilan Komando Armada Republik Indonesia dalam menggagalkan berbagai kasus penyelundupan.
  • Selama 2025, nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp14,75 triliun.
  • Pada lima bulan pertama 2026, nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp112,9 miliar.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengapresiasi keberhasilan Komando Armada Republik Indonesia menggagalkan berbagai kasus penyelundupan. Selama 2025, nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp14,75 triliun.

Menko Polkam, Djamari Chaniago, menyebut pada lima bulan pertama 2026, nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp112,9 miliar. Keberhasilan tersebut dicapai melalui operasi penegakan hukum dan keamanan laut.

“Saya berharap jangan puas dengan hal yang sudah kita capai, jangan lelah untuk melakukan tugas-tugas seperti ini. Jangan bosan untuk tetap melakukan ini, karena ini harapan bangsa yang ditetapkan kepada kita,” kata Djamari dalam konferensi pers di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Djamari, keberhasilan operasi tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga sumber daya alam nasional. Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar sehingga rawan menjadi sasaran penyelundupan.

“Negara kita ini negara yang sangat kaya, baik sumber daya alam strategis maupun yang biasa. Maka TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari alat negara, hadir dalam upaya untuk mengamankan SDA agar tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Selain menyelamatkan sumber daya alam, operasi TNI AL juga berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika. Pada 2025, penggagalan penyelundupan narkoba disebut menyelamatkan sekitar 24,5 juta jiwa dari paparan narkotika.

Sementara itu, pada lima bulan pertama 2026, jumlah jiwa yang terselamatkan tercatat mencapai 6.715 orang. Menurut Djamari, upaya tersebut penting untuk melindungi generasi muda Indonesia.

“Sudah banyak tindakan yang dilakukan. Juga alat negara lain misalnya Kepolisian, yang melakukan pencegahan kejahatan seperti Narkotika yang sangat menghancurkan anak-anak kita,” katanya.

Ia menegaskan berbagai operasi penindakan menjadi pesan bahwa Indonesia siap menjaga sumber daya nasional. Pemerintah juga ingin memastikan kekayaan negara dapat dinikmati masyarakat Indonesia sendiri.

Djamari juga meminta TNI AL terus memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi terkait. Menurutnya, penanganan penyelundupan membutuhkan sinergi antarlembaga dan dukungan masyarakat.

“Jangan lupa bekerja sama dengan instansi-instansi lain, karena tidak mungkin upaya semacam ini dilakukan oleh Angkatan Laut saja. Termasuk kita bekerja sama dengan media agar bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Panglima Koarmada RI, Denih Hendrata, mengatakan keberhasilan operasi tidak lepas dari kolaborasi lintas lembaga. Ia menyebut sinergi tersebut melibatkan TNI AL, Bea Cukai, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Sejalan dengan Arah Kepala Staf Angkatan Laut, kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasi, deteksi dini. Termasuk pencegahan, dan penindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum dan kejahatan maritim,” ujar Denih.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....