Pemerintah Kaji 15 Segmen Proyek Tanggul Raksasa Pantura

  • 13 Mei 2026 09:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Pemerintah masih mengkaji dampak sosial untuk pembangunan tanggul laut raksasa Pantura
  • 2. Pemerintah ingin mengintegrasikan mitigasi bencana dan aktivitas perekonomian di Pantura Jawa
  • 3. Pemerintah tidak akan mengabaikan aktivitas ekonomi di Pantura

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memetakan 15 segmen untuk pembangunan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa. Pembangunan tanggul diproyeksikan dibangun sepanjang Pantura dari Serang, Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

"Pulau Jawa ini khususnya di Pantura ada 15 segmen, sedang didalami baik dari Serang sampai dengan Gresik untuk tematik daerah-daerahnya. Sehingga perlu ada penilaian ataupun asesmen lebih lanjut," kata Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo, Selasa, 12 Mei 2026.

Selain itu pemerintah mengkaji mitigasi dan dampak sosial ekonomi dari pembangunan proyek tanggul raksasa. Didit mengatakan di Pantura memiliki banyak kegiatan ekonomi masyarakat yang tidak boleh diabaikan.

"Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Justru dengan masalah mitigasi dan sosek (sosial ekonomi) ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan," katanya.

Didit menjelaskan persoalan utama di Pantura adalah banjur rob dan penurunan muka tanah (land subsidence). Selanjutnya keberadaan usaha milik rakyat baik sektor pertanian, tambak, sektor kelautan dan perikanan.

Oleh sebab itu, perlu integrasi antara kegiatan perekonomian dengan mitigasi bencana. Kolaborasi tersebut menjadi perhatian pemerintah.

"Ini harus kita tampung dan tentunya juga banyak sekali kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan pertanian. Ini harus kita lakukan kolaborasi atau pengintegrasian ke depan harus menjadi faktor yang utama," ujarnya.

Ia menjelaskan 15 segmen terdapat sub-segmennya dan seksi-seksinya. Adapun terkait titik, pemerintah sudah menentukan namun harus dikaji lebih mendalam.

"Untuk titik-titik yang diutamakan, kemarin pada saat rapat di IPK, rapat koordinasi, kita sudah ada beberapa titik. Titik yang memang menjadi alternatif di dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan," ujarnya.

"Namun demikian, ini titik-titik masih belum kita putuskan lebih lanjut karena harus didalami. Pertama misalkan Teluk Jakarta, di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lain sebagainya," kata Didit.

Adapun terkait jadwal pembangunan tanggul, pemerintah tengah mengatur pelaksanaan kegiatan. "Untuk timeline-nya kita sedang atur pelaksanaan kegiatannya ini, dihitung backward planning-nya berapa lama karena harus semua komponen dimasukkan," kata Didit menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....