Pemerintah Akan Libatkan Dosen pada Pembangunan Giant Sea Wall
- 20 Apr 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah akan libatkan dosen untuk proyek Giant Sea Wall
- 2. Tanggul laut raksasa Pantura untuk mengatasi banjir imbas cuaca ekstrem
- 3. Tanggul raksasa akan melindungi 30 juta masyarakat dan 60 persen di Pantura
- 4. Proses saat ini adalah perencanaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah akan melibatkan dosen-dosen di perguruan tinggi dalam pengembangan proyek tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) Pantai Utara Jawa (Pantura). Keterlibatan dosen atas perintah Presiden Prabowo Subianto.
“Minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa proyek. Untuk pembuatan daratan, reklamasi, dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin, 20 April 2026.
Lebih lanjut Menteri Brian menjelaskan guru besar akan dilibatkan langsung kedalam tim. Nantinya, tim akan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf.
Menteri Brian mengatakan selama ini, banyak hasil penelitian di kampus mengenai Giant Sea Wall. Bahkan diantaranya ada yang berhasil seperti di Demak dan Semarang, Jawa Tengah.
“Kementerian Diktisaintek diminta untuk berpartisipasi aktif, kita diminta berpartisipasi aktif. Dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Ia mengatakan Giant Sea Wall merupakan program strategis pemerintah untuk mengatasi banjir imbas cuaca di ekstrem di Pantura. Tanggul laut raksasa tersebut akan melindungi 30 jiwa penduduk dan 60 persen industri.
Sementara itu, Kepala Otorita Didit mengatakan proyek tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah tengah melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek, khususnya yang berkaitan dengan konstruksi.
“Rencana dari hasil hitungan masih dihitung waktunya karena kan berkaitan sama resources yang ada di Indonesia. Jadi salah satu yang utama adalah kita bisa memanfaatkan soal lingkungan, jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste,” ujar Didit.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas (Ratas) dengan sejumlah menteri membahas pembangunan Giant Sea Well. Rapat diantaranya dihadiri oleh Menteri Brian, Menteri Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....