Pemerintah Salurkan SPHP Jagung di Jateng
- 12 Mei 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mulai menyalurkan SPHP Jagung di Jawa Tengah untuk membantu peternak unggas mandiri
- Sebanyak 116 ton jagung disalurkan kepada peternak di Kota Semarang
- Jagung SPHP dijual maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak
- Program ditujukan menekan biaya produksi pakan ternak
- Harga jagung di sejumlah daerah mencapai Rp6.600 per kilogram
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah mulai menyalurkan SPHP Jagung di Jawa Tengah untuk membantu peternak unggas mandiri. Sebanyak 116 ton jagung disalurkan kepada peternak di Kota Semarang.
Penyaluran dilakukan melalui Gudang Filial Bulog Kota Semarang, Senin 11 Mei 2026. Jagung disalurkan dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.
Alokasi terdiri dari 100 ton untuk Koperasi Peternak Unggas Sejahtera dan 16 ton untuk Pinsar Petelur Nasional Kota Semarang. Program ditujukan menekan biaya produksi pakan ternak.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan harga jagung di tingkat peternak terus meningkat. Harga bahkan mencapai Rp6.600 per kilogram di sejumlah daerah.
“Pemerintah hadir melalui SPHP Jagung. Agar beban biaya produksi peternak bisa ditekan,” kata Maino di Semarang.
Menurutnya, jagung SPHP disalurkan seharga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog. Harga maksimal di tingkat peternak ditetapkan Rp5.500 per kilogram.
Program diprioritaskan bagi peternak mandiri skala mikro, kecil, dan menengah. Kelompok tersebut dinilai paling rentan terdampak kenaikan harga pakan.
“Peternak mikro, kecil, dan menengah memang harus kita bantu. Beban input produksi mereka terus naik,” ucapnya.
Secara nasional pemerintah menargetkan penyaluran SPHP Jagung sebanyak 242 ribu ton. Alokasi disesuaikan dengan skala kebutuhan peternak.
Peternak mikro mendapat alokasi setara kebutuhan tiga bulan. Peternak kecil mendapat alokasi dua bulan dan peternak menengah satu bulan kebutuhan.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan jagung peternak di Jawa Tengah mencapai 48.051 ton. Jumlah penerima tercatat sebanyak 1.748 peternak.
Rinciannya terdiri dari 35.612 ton untuk peternak mikro. Kemudian 8.956 ton untuk peternak kecil dan 3.483 ton bagi peternak menengah.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah Sri Muniati memastikan kesiapan Bulog mendukung penyaluran jagung pemerintah. Saat ini stok jagung Bulog Jawa Tengah mencapai sekitar 13 ribu ton.
“Kami siap terus melakukan penyerapan jagung. Sebentar lagi juga akan ada panen,” kata Sri Muniati.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Jawa Tengah Sri Broto Rini mengatakan harga jagung di Jawa Tengah telah mencapai Rp6.300 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar delapan persen di atas harga acuan pemerintah.
“Sementara jagung SPHP disalurkan sekitar Rp5.350 sampai Rp5.500 per kilogram. Selisih ini sangat membantu peternak,” ucapnya.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Jawa Tengah Suwardi mengapresiasi program SPHP Jagung. Program dinilai membantu kondisi peternak di tengah tekanan biaya produksi.
“Dengan adanya SPHP ini beban biaya pakan kami berkurang. Manfaatnya benar-benar dirasakan peternak,” kata Suwardi.
Penyaluran SPHP Jagung melibatkan Bulog, pemerintah daerah, dan asosiasi peternak. Pemerintah berharap program dapat menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam ras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....