Kemitraan Strategis, Wakil Ketua DEN Terima Penghargaan dari Jepang

  • 12 Mei 2026 20:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu menerima penghargaan Order of the Rising Sun dari Pemerintah Jepang.
  • Mari Elka menilai hubungan Indonesia dan Jepang sangat strategis sejak awal pembangunan nasional era 1970-an.
  • Kerja sama Indonesia dan Jepang mencakup perdagangan, investasi, industri, tenaga kerja, hingga ekonomi kreatif.

RRI.CO.ID, Tokyo - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyatakan hubungan kerja sama antara Jepang dan Indonesia sangat strategis. Menurutnya, hubungan kedua negara telah berlangsung sejak awal pembangunan Indonesia pada era 1970-an.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Mari Elka Pangestu menerima tanda kehormatan Order of the Rising Sun di Istana Kekaisaran Tokyo. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam perundingan kerja sama ekonomi Indonesia dan Jepang.

“Hubungan antara Jepang dan Indonesia sangat strategis. Jepang adalah mitra yang memiliki hubungan panjang dengan Indonesia, dimulai saat Indonesia memulai proses pembangunannya pada tahun 1970-an dan 1980-an,” ujar Mari Elka di Tokyo, Selasa, 13 Mei 2026.

Perjanjian Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) merupakan perjanjian kemitraan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Jepang. Kesepakatan tersebut berlaku efektif sejak Juli 2008 dan mencakup penguatan kapasitas industri domestik.

IJEPA ditopang oleh tiga pilar utama yaitu liberalisasi perdagangan, fasilitasi investasi, serta pembangunan kapasitas (capacity building). Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan sumber daya manusia dan industri domestik.

Implementasi kerja sama tersebut memfasilitasi sektor manufaktur nasional memperoleh transfer teknologi melalui program Manufacturing Industry Development Center (MIDEC). Skema User Specific Duty Free Scheme juga mendukung efisiensi penggunaan bahan baku.

Sektor tenaga kerja profesional turut tercakup dalam skema Movement of Natural Persons (MNP). Hingga saat ini, lebih dari 15.000 perawat dan caregiver asal Indonesia bekerja di Jepang.

Nilai ekspor Indonesia ke Jepang pada 2025 mencapai 17,6 miliar dolar Amerika Serikat. Total perdagangan bilateral tercatat sebesar 32,1 miliar dolar Amerika Serikat dengan surplus bagi Indonesia.

Investasi Jepang secara kumulatif mencapai 17,1 miliar dolar Amerika Serikat selama periode 2021 hingga 2025. Investasi tersebut mencakup sektor manufaktur otomotif dan pembangunan infrastruktur seperti MRT Jakarta.

Kerja sama bilateral Indonesia dan Jepang juga mencakup sektor ekonomi kreatif seperti animasi, film, dan permainan digital. Mari Elka mengatakan kemitraan kedua negara terus dikembangkan melalui berbagai sektor kerja sama.

Mari Elka saat ini juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral. Ia sebelumnya pernah menjadi Managing Director of Development Policy and Partnerships Bank Dunia pada periode 2020 hingga 2023.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....