Indonesia Rentan Menjadi Target Perpindahan Sindikat Judi Online

  • 12 Mei 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dianggap pasar potensial karena jumlah penduduk besar dan penetrasi internet yang tinggi.
  • Sinergi antarinstansi pemerintah dianggap penting untuk mencegah Indonesia menjadi basis sindikat internasional.
  • Penggunaan koneksi internet nonstop dengan volume besar dinilai bisa menjadi indikator aktivitas ilegal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Ratusan warga negara asing diduga mengoperasikan jaringan judi lintas negara di Indonesia. Sebelumnya pihak kepolisian telah mengungkap operasi kejahatan siber tersebut di kawasan Jakarta Barat yang melibatkan sekitar 320 WNA satu WNI.

Kepala Program Studi Kriminologi Lucky Nurhadiyanto, menilai pelaku sindikat memang cenderung mencari negara dengan regulasi keamanan yang dianggap belum kuat. "Terutama saat ada ahli teknologi atau tenaga kerja asing masuk bisa terkamuflase sebagai TransNational Organized Cybercrime (TNOC) baru,” kata Lucky, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa, 12 Mei 2026

Indonesia sendiri dianggap memiliki pasar besar serta penetrasi internet yang tinggi. Apalagi dengan jumlah penduduk besar yang sangat rentan menjadi target konsumen judi online.

Lucky menegaskan bahwa cara paling efektif untuk melacak kejahatan transnasional adalah dengan mengikuti seluruh aliran arus uangnya. Optimalisasi peran PPATK dan kepolisian sangat dibutuhkan guna menyasar taktik follow the money dalam memutus rantai pendanaan sindikat.

"Dalam konteks ini kita kenal sebagai camouflage operation, jadi mereka berupaya menjadikan bisnis ini seolah-olah legal," katanya. Dengan upaya ini mereka menjalankan bisnis yang terkategorisasi sebagai kejahatan transnasional dapat

Di satu sisi, Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa para pelaku yang tertangkap kemungkinan besar menyasar pemain judi di negara asalnya. Operator asing tersebut memanfaatkan infrastruktur internet Indonesia yang sudah mumpuni untuk menjalankan aksi penipuan serta perjudian secara daring.

Alfons menambahkan bahwa barang bukti digital berupa ratusan komputer yang disita merupakan harta karun informasi bagi tim forensik digital. Pemeriksaan mendalam terhadap peladen atau server dapat mengungkapkan jaringan besar yang selama ini bersembunyi di balik layanan identitas samaran.

"Komputer dan server yang sedang diakses oleh 320 orang tersebut kalau dilakukan forensik digital akan mendapat informasi yang sangat kaya dan bisa mengungkapkan jaringan ini,” kata dia.

Menurutnya, pihak imigrasi perlu memperketat pengawasan terhadap warga negara asing yang terdeteksi tinggal melebihi batas waktu. Sinergi antara instansi pemerintah sangat krusial agar wilayah Indonesia tidak menjadi surga baru bagi operasional sindikat kriminal internasional.

Pemerintah melalui Komdigi dan penyedia jasa internet diharapkan mampu mengidentifikasi lalu lintas data yang mencurigakan di kawasan pemukiman. Deteksi dini terhadap penggunaan koneksi internet nonstop dengan volume besar dapat menjadi kunci utama dalam membongkar praktik ilegal. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....