Wamen Ekraf Irene Tegaskan Ekraf jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan
- 12 Mei 2026 15:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menegaskan ekonomi kreatif sebagai kekuatan ekonomi berkelanjutan berbasis ide, inovasi, dan teknologi, serta mendorong eksplorasi pasar digital global.
- Kolaborasi hexahelix lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan mendorong pertumbuhan bisnis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan ekonomi kreatif merupakan kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan. Ia menyebut, perlu adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui ekosistem distribusi dan ritel perangkat teknologi seperti Erajaya Swasembada.
“Sumber daya alam bisa habis, tetapi kreativitas tidak terbatas. Ekonomi kreatif terus berkelanjutan yang digerakkan dengan ide, kreativitas, dan inovasi serta didukung pula melalui teknologi yang valid,” kata Irene Umar, dalam Business Insight Seminar “The Creative Economy Imperative: Why Leaders Who Unlock Creativity Win” pada ILEAD SUMMIT 2026 di Erajaya Corporate University, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, hal yang paling menentukan adalah bagaimana ide atau inisiatif dapat dikembangkan melalui eksekusi bisnis dan berdampak kreatif. Masing-masing pihak, tambahnya, memiliki peran penting untuk menyatukan kekuatan ekonomi berbasis kreativitas.
“Impossible to do it ourselves, hexahelix collaboration is the key,” ucap Irene. Ia menegaskan, seluruh pihak harus mulai menjajaki pasar digital bagi produk maupun karya kreatif dari Indonesia.
Deputy Group CEO Erajaya, Hasan Aula mengapresiasi kehadiran Wamen Ekraf. Menurutnya, banyak perspektif baru terkait kreativitas sebagai bagian dari strategi bisnis yang membangun peluang bagi industri kreatif.
“Ekonomi kreatif juga menjadi engine utama yang mampu menciptakan diferensiasi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis secara konsisten dan terukur. Kami melihat banyak peluang kolaborasi dengan Kementerian Ekraf yang bisa memperkuat industri kreatif di Indonesia,” ujar Hasan Aula.
Dalam acara bertema “Ignite Creative Edge”, Wamen Ekraf juga memaparkan berbagai capaian subsektor ekonomi kreatif Indonesia. Mulai dari animasi, gim, aplikasi digital, musik, fesyen berkelanjutan, hingga intellectual property (IP) lokal yang kini mulai dikenal dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....