Menteri Ekraf Gandeng KBRI Belgia, Bidik Pasar Ekonomi Kreatif di Eropa

  • 09 Mei 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya dan Dubes RI untuk Kerajaan Belgia terakreditasi Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Andy Rachmianto membahas kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
  • Pemerintah akan memanfaatkan WCCE 2026 sebagai ajang diplomasi global, sekaligus mendorong partisipasi karya Indonesia di kancah dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bertemu Dubes RI untuk Kerajaan Belgia terakreditasi Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Y.M. Andy Rachmianto. Keduanya membahas peluang kolaborasi strategis untuk resiliensi pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Menteri Ekraf mengatakan pemerintah siap meningkatkan lapangan kerja berkualitas, salah satunya dengan pengembangan industri kreatif. Hal ini, tambahnya, sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.

"Intinya, Kementerian Ekraf siap mengakselerasi local hero go national and national champion go global. Ini melalui dukungan kolaborasi KBRI di berbagai negara termasuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa,” ujar Menteri Teuku Riefky di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Berdasarkan data Kementerian Ekraf, sektor ekraf pada 2025 mencatat realisasi investasi Rp183 triliun. Angka ini setara dengan 134 persen dari target nasional.

Ia juga menyampaikan Indonesia akan memanfaatkan penyelenggaraan World Conference Creative Economy (WCCE) 2026. Utamanya untuk memperkuat posisi sebagai pusat diplomasi ekonomi kreatif global.

“Tentunya pihak Dubes RI bisa memberikan rekomendasi tokoh-tokoh ekraf dunia yang bisa diundang ke acara ini. Pentingnya momentum ini sebagai wujud diplomasi Indonesia untuk menyatukan gerakan kolektif ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tegas Menteri Ekraf.

Audiensi ini juga membahas peluang pengembangan subsektor ekraf Indonesia di pasar Eropa. Mulai dari kuliner, film, animasi, gim, fesyen, komik, kriya, hingga promosi WCCE 2026.

Y.M. Andy Rachmianto menyampaikan, pihaknya membuka peluang kerja sama sektor ekonomi kreatif dengan Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa. Hal tersebut mengingat kawasan tersebut telah memiliki industri kreatif yang relatif maju.

“Maka saya menyampaikan beberapa potensi kerjasama untuk subsektor kuliner seperti kopi, animasi, film, dan fesyen. Kebetulan, bulan September yang akan datang, kami juga akan mengadakan Brussels International Film Festival (BRIFF),” ucap Y.M. Andy Rachmianto.

Ia berharap, terdapat film-film Indonesia yang bisa kita tampilkan di acara tersebut. Diskusi ini juga menyentuh potensi kerja sama bagi Dubes RI untuk menjadi mitra strategis WCCE 2026.

“Tentunya, kami juga akan mengajak negara-negara sahabat untuk terus bekerja sama secara berkesinambungan sesuai dengan tema WCCE 2026. Apalagi industri kreatif menjadi salah satu Asta Cita sehingga bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia sampai 2045,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....