Angkie Yudistia Dorong Lingkungan Inklusif bagi Generasi Muda

  • 12 Mei 2026 13:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Angkie Yudistia menekankan pentingnya membangun lingkungan inklusif bagi generasi muda sejak dini
  • Program Generasi Menembus Batas mendorong anak muda lebih percaya diri dan menghargai perbedaan
  • Kegiatan ditargetkan menjangkau sekolah umum dan sekolah inklusi di Jakarta secara rutin

RRI.CO.ID, Jakarta — Sociopreneur Angkie Yudistia menekankan pentingnya membangun lingkungan inklusif bagi generasi muda sejak dini. Menurutnya, generasi saat ini perlu didorong agar percaya terhadap potensi diri serta berani menembus berbagai keterbatasan.

Ia menyebut program tersebut terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, empati, dan terbuka terhadap perbedaan. Angkie menilai generasi muda saat ini memiliki kreativitas tinggi dan mampu membawa harapan baru bagi lingkungan sekitarnya.

Kita membentuk generasi-generasi muda yang kreativitasnya tinggi, memiliki harapan baru, nggak malu untuk menjadi berbeda. Dan yang pasti kita membentuk lingkungan inklusi itu sedini mungkin,” ujar Staf khusus Presiden RI periode 2019-2024 tersebut saat kegiatan Generasi Menembus Batas di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 6 Jakarta di Jakarta Barat, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurutnya, generasi muda juga perlu dibentuk agar tidak malu menjadi berbeda dan mampu menghargai keberagaman. Angkie mengatakan lingkungan inklusif perlu dibangun sedini mungkin agar generasi muda tumbuh dengan rasa empati terhadap sesama.

Ia menilai keberadaan penyandang disabilitas harus dipandang sebagai bagian dari keberagaman yang setara dalam kehidupan sosial. “Kita bisa melihat gen alpha ini adalah generasi muda yang sebenarnya kita membutuhkan mereka itu untuk tumbuh,” katanya.

Menurutnya, dukungan terhadap anak-anak dan generasi muda penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Ia juga menegaskan kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara rutin di wilayah Jakarta.

Program tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk sekolah umum dan sekolah inklusi. “Targetnya dalam setahun ini kalau bisa satu bulan sekali di area Jakarta,” ucapnya.

Selain SLB, menurut Angkie sekolah umum juga perlu dilibatkan agar lingkungan inklusif dapat tumbuh di kalangan generasi muda sejak dini. Ia menilai keberhasilan tidak harus dicapai dengan kesamaan, tetapi dapat lahir dari perbedaan setiap individu.

“Kita nggak harus sama untuk menjadi sukses. Justru dengan beda itu kita bisa bersinar dengan perbedaannya,” ujar Angkie.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....