Mengulas Sejarah dan Makna Kenaikan Yesus Kristus bagi Umat Kristen
- 12 Mei 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kenaikan Yesus Kristus diperingati umat Kristen pada hari ke-40 setelah perayaan Paskah.
- Perayaan Kenaikan Yesus melambangkan pemuliaan Kristus dan kembalinya kepada Allah Bapa di surga.
- Tema Kenaikan Yesus berkembang dalam tradisi liturgi, ritual gereja, hingga seni Kristen sejak abad kelima.
RRI.CO.ID, Jakarta - Umat Kristen memperingati Kenaikan Yesus Kristus pada hari ke-40 setelah perayaan Paskah setiap tahunnya. Perayaan tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan iman Kekristenan di seluruh dunia.
Melansir dari Britannica, Yesus Kristus dipercaya naik ke surga pada hari ke-40 setelah perayaan Paskah. Dalam tradisi Kristen, Paskah dihitung sebagai hari pertama sebelum peringatan Kenaikan Yesus Kristus.
Perayaan Kenaikan Yesus Kristus memiliki kedudukan penting setara dengan Natal, Paskah, dan Pentakosta dalam Kekristenan. Perayaan tersebut telah dirayakan umat Kristen Timur dan Barat sejak abad keempat masehi.
Sebelum abad keempat, Kenaikan Yesus Kristus diperingati bersamaan dengan perayaan turunnya Roh Kudus saat Pentakosta. Setelah itu, gereja mulai memperingati Kenaikan Yesus Kristus secara terpisah empat puluh hari setelah Paskah.
Makna Kenaikan Yesus bagi umat Kristen berkaitan dengan pemuliaan dan pengagungan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Peristiwa tersebut juga dipahami sebagai kembalinya Yesus Kristus kepada Allah Bapa di surga.
Kisah Kenaikan dalam Kitab Suci
Dalam Injil Yohanes, hubungan baru antara Yesus, Allah Bapa, dan para pengikut-Nya menjadi penekanan utama. Karena itu, Kenaikan Yesus tidak sekadar dipahami sebagai perpindahan fisik dari bumi menuju surga.
Menurut Kisah Para Rasul, Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada para rasul selama empat puluh hari. Setelah itu, Yesus diangkat ke surga dan tertutup awan di hadapan para rasul-Nya.
Awan dalam tradisi Alkitab sering digunakan sebagai simbol kehadiran Tuhan dalam berbagai peristiwa penting keagamaan. Meski demikian, penggambaran Kenaikan Yesus dalam Perjanjian Baru memiliki penekanan berbeda di setiap kitab.
Dalam Injil Yohanes, pemuliaan Yesus tampak terjadi segera setelah peristiwa kebangkitan dari kematian berlangsung. Sementara itu, Injil Lukas memiliki gambaran serupa Kisah Para Rasul tanpa menyebut masa empat puluh hari.
Kenaikan Yesus Kristus juga disebutkan dalam Pengakuan Iman Para Rasul pada gereja mula-mula saat pembaptisan. Pernyataan iman tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam tradisi kepercayaan umat Kristen hingga sekarang.
Tradisi dan Liturgi Kenaikan
Dalam tradisi gereja Barat, perayaan Kenaikan ditandai pemadaman lilin Paskah setelah pembacaan Injil berlangsung. Tradisi tersebut melambangkan kepergian Yesus Kristus dari bumi menuju surga setelah kebangkitan-Nya.
Meski menggambarkan perpisahan, masa Kenaikan hingga Pentakosta tetap dipenuhi suasana sukacita bagi umat Kristen. Sukacita tersebut berkaitan dengan kemenangan akhir Yesus Kristus setelah bangkit dari kematian.
Salah satu tema utama perayaan Kenaikan adalah kerajaan Kristus dan tindakan penebusan terakhir bagi umat manusia. Dalam ajaran Kristen, Yesus diangkat ke surga agar umat menjadi bagian dari kehidupan ilahi-Nya.
Pada Abad Pertengahan Eropa, perayaan Kenaikan berkembang melalui berbagai ritual dan prosesi dramatis di gereja. Salah satu tradisinya ialah prosesi perjalanan Kristus bersama para rasul menuju Bukit Zaitun.
Selain itu, sejumlah gereja juga mengangkat salib atau patung Kristus melalui lubang atap gereja saat perayaan. Tradisi tersebut menjadi simbol visual Kenaikan Yesus Kristus menuju surga dalam kehidupan umat Kristen.
Kenaikan Yesus dalam Seni Kristen
Dalam seni Kristen, tema Kenaikan Yesus sudah muncul sejak abad kelima dan terus berkembang hingga sekarang. Penggambaran awal menunjukkan Kristus mendaki bukit sambil digandeng tangan Tuhan menuju surga.
Pada abad keenam, seni Bizantium mulai menampilkan Kristus berdiri dalam mandorla atau lingkaran cahaya berbentuk almond. Kristus digambarkan ditopang malaikat sambil memegang gulungan dan memberikan berkat kepada umat.
Penggambaran tersebut juga sering menampilkan Perawan Maria dan Santo Paulus meski tidak tercatat hadir dalam Alkitab. Kehadiran kedua tokoh itu diduga melambangkan gereja yang ditinggalkan Kristus setelah Kenaikan-Nya.
Memasuki abad ke-11, gereja Barat mulai menonjolkan sisi kemanusiaan Kristus dalam seni Kenaikan Yesus. Kristus digambarkan menunjukkan luka-luka-Nya dan naik ke surga dengan kekuatan-Nya sendiri.
Tema Kenaikan kemudian menjadi bagian penting dalam seni gereja periode Renaisans hingga Barok di Eropa. Penggambaran tersebut tetap mempertahankan ikonografi Kristus dengan luka-luka sebagai simbol pengorbanan dan kebangkitan-Nya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....