KIP: Kementerian Kehutanan Harus Jadi Arus Utama Informasi Soal Hutan
- 11 Mei 2026 22:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi Informasi Pusat (KIP) menilai Kementerian Kehutanan memiliki peluang besar menjadi leading sector dalam keterbukaan informasi publik
- isu kehutanan saat ini semakin menjadi perhatian publik
RRI.CO.ID, Kuningan – Komisi Informasi Pusat (KIP) menilai Kementerian Kehutanan memiliki peluang besar menjadi leading sector dalam keterbukaan informasi publik. Khususnya terkait isu kehutanan dan lingkungan hidup.
Hal tersebut di katakan langsng Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Arya Sandhiyudha. Ia menghadiri langsung acara Sinergi Perempuan Indonesia untuk Indonesia’s FOLI net Sink 2030, di Kuningan, Jawa Barat.
Arya menyampakan pentingnya keterbukaan informasi publik dalam isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan hidup orang banyak. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Menurutnya, informasi terkait kehutanan, bencana alam, perubahan iklim, hingga kerusakan lingkungan masuk dalam kategori informasi publik serta-merta. Dan ini wajib disampaikan secara cepat kepada masyarakat.
“Ketika bicara soal hutan, sebenarnya Kementerian Kehutanan punya kesempatan menjadi leading sector. Bahkan bisa menjadi badan publik yang paling maju dan aktif dalam layanan informasi serta-merta,” kata Arya, Senin, 11 Mei 2026 malam.
Ia menjelaskan, informasi publik serta-merta merupakan informasi yang harus segera diumumkan. Karena informasi tersehut berdampak langsung terhadap masyarakat luas.
Arya menilai, isu kehutanan saat ini semakin menjadi perhatian publik karena berkaitan erat dengan perubahan iklim dan kelestarian lingkungan. Tingginya perhatian masyarakat terhadap isu tersebut membuat kebutuhan informasi yang cepat dan akurat semakin penting.
Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya isu lingkungan yang memunculkan pro dan kontra di ruang publik. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kementerian dan lembaga harus semakin aktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Ketika isu lingkungan menjadi pembicaraan publik dan menimbulkan banyak perhatian. Di situlah kebutuhan terhadap informasi yang cepat dan terbuka menjadi semakin penting,” ujarnya.
Arya berharap Kementerian Kehutanan dapat memanfaatkan momentum meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan. Tujuannya untuk memperkuat layanan komunikasi publik dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Salah seorang pemengaruh alam, Mira Maya menekankan bahwa pelestarian hutan dan alam bukan semata tugas pemerintah. Melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya media sosial sebagai sarana membangun kesadaran publik terhadap isu lingkungan. Dalam pandangannya, strategi publikasi yang efektif tidak hanya mengikuti arahan, tetapi harus menggunakan pendekatan storytelling.
“Karena engagement dan kolaborasi hanyalah nilai tambah, bukan tujuan utama. Kolaborasi antara pemengaruh dan pemerintah, menurutnya, sebaiknya dipahami sebagai upaya edukasi publik, bukan sekadar pencitraan,” ucapnya.
Ia menilai konten yang dibuat dengan ketulusan dan penghayatan akan lebih mudah diterima. Dan berdampak dalam meningkatkan kesadaran lingkungan.
Selain itu, ia menilai edukasi sederhana melalui konten pendek dan ajakan aksi nyata sangat penting untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan. Dalam konteks pelestarian alam, Mira Maya juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran besar sebagai penyampai pesan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....