Hari Lupus Sedunia Diperingati setiap 10 Mei, Ini Sejarah dan Temanya

  • 10 Mei 2026 09:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Lupus Sedunia diperingati setiap 10 Mei untuk meningkatkan kesadaran global serta dukungan bagi penderita lupus.
  • Peringatan ini ditetapkan pada 2004 dan menjadi momentum kampanye global terkait dampak penyakit lupus.
  • Tema 2026 "Make Lupus Visible" menyoroti gejala yang sering tidak terlihat guna mendorong deteksi dini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap tanggal 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia di berbagai negara di dunia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran global sekaligus memperkuat dukungan bagi para penderita lupus.

Melansir dari World Lupus Federation, peringatan ini pertama kali ditetapkan pada tahun 2004 sebagai momentum global. Penetapan tersebut bertepatan dengan Kongres Internasional ke-7 tentang lupus yang digelar di New York, Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Hari Lupus Sedunia berkembang menjadi ajang menyatukan komunitas lupus dari berbagai negara. Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong kampanye global tentang dampak penyakit lupus terhadap kehidupan pasien.

Pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah "Make Lupus Visible" yang menyoroti gejala yang sering tidak terlihat. Kampanye ini menekankan pentingnya mengenali tanda awal seperti kelelahan ekstrem dan nyeri sendi secara lebih luas.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi keterlambatan diagnosis yang masih sering dialami oleh para penderita lupus. Selain itu, kampanye ini juga mendorong agar pasien tidak menghadapi penyakitnya secara sendirian tanpa dukungan.

Lupus sendiri merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia secara tidak normal. Kondisi ini menyebabkan tubuh keliru menyerang jaringan sehat dan memicu peradangan di berbagai organ tubuh.

Gejala lupus kerap disebut sebagai penyakit seribu wajah karena bentuknya sangat beragam dan sulit dikenali sejak awal. Penyakit ini dapat menyerang kulit, sendi, ginjal, hingga otak dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Melalui peringatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami lupus serta dampaknya terhadap kehidupan para penderita. Dengan meningkatnya kesadaran, deteksi dini dapat dilakukan sehingga kualitas hidup pasien bisa lebih terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....