Tim SAR Temukan Petunjuk Keberadaan Dua Korban Erupsi Gunung Dukono

  • 10 Mei 2026 08:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim Sar gabungan sudah mengindentifikasi lokasi yang diduga sebagai lokasi keberadaan dua WNA dari Singapura yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban dari erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan tim SAR sebelumnya menemukan dua titik timbunan pasir vulkanik yang diduga menjadi lokasi dua korban lainnya.

“Kedua titik itu berada dari lokasi penemuan korban pertama.pada Sabtu (9/5/2026). Jadi kita akan memfokuskan pencarian di kedua titik tersebut,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Minggu, 10 Mei 2026. Iwan mengatakan, Tm Sar sejak pagi hari ini sudah diberangkatkan ke lokasi yang terbagi menjadi 4 tim dari unsure gabungan. Dia menututrkan, erupsi yang masih terus terjadi dan cuaca yang kadang hujan menjadi hambatan bagi tim SAR.

“Oleh karena kita harus menganalisa dengan sangat cermat interval dari erupsi-erupsi tersebut. Sementara intervalnya setiap 45 menit sekali,” ucapnya. Menurutnya, “golden time” 45 menit itulah yang menjadi peluang bagi tim SAR untuk melakukan evakuasi korban. Iwan berharap erupsi bisa mereda hari ini dan cuaca mendukung untuk proses evakuasi.

Sebelumnya, Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi. Erupsi ini menewaskan dua warga negara asing dan satu warga Indonesia tewas. PVMBG menyebut, Gunung Dukono erupsi pukul 07.41 WIT Jumat (8/5/2026). Tinggi kolom letusan teramati ± 10.000 m di atas puncak (± 11.087 m di atas permukaan laut).

Erupsi ini menyebabkan tiga orang meninggal, yakni dua warga negara Singapura dan satu WNI dari Jayapura. Tim SAR gabungan menemukan satu pendaki dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (9/5/2026).

Korban berinisial E yang merupakan warga negara Indonesia yang ditemukan sekitar pukul 14.30 WIT di area berjarak sekitar 50 meter dari bibir kawah utama Gunung Dukono. Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....