Menteri PKP: Sektor Perumahan Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

  • 09 Mei 2026 10:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Maruarar Sirait menegaskan sektor perumahan mampu menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja
  • KUR Perumahan dinilai memperluas akses pembiayaan serta mendorong lahirnya pelaku usaha baru
  • Penyaluran KUR Perumahan di Lampung mencapai Rp268,86 miliar kepada 264 debitur

RRI.CO.ID, Lampung — Menteri PKP menegaskan sektor perumahan berdampak ekonomi besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha sekaligus membuka lapangan kerja. Maruarar Sirait menyebut pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Perumahan bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Dari tukang bangunan, toko material, UMKM, hingga sektor jasa ikut tumbuh karena pembangunan perumahan,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang akrab disapa Ara tersebut dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei 2026.

Selain itu, Ara menyoroti pentingnya penguatan program Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat. Program ini dinilai mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor perumahan.

Maruarar menyebut pemerintah terus mendorong kemudahan akses pembiayaan agar manfaat program semakin luas. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kita ingin KUR Perumahan ini semakin mudah diakses masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga dapat melahirkan lebih banyak pengusaha baru dan menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

Ara menyebut penyaluran KUR Perumahan di Lampung telah mencapai Rp268,86 miliar kepada 264 debitur. Hal ini disampaikannya saat kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Provinsi Lampung.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar program dalam mendukung pembiayaan perumahan rakyat di daerah. Selain itu, ia juga mengapresiasi peran Bank Tabungan Negara (BTN) dalam mendukung penyaluran pembiayaan perumahan kepada masyarakat.

“Pada acara ini, BTN telah mencatatkan serapan sebesar Rp268,86 miliar dari 264 debitur. Ini capaian yang sangat baik dan harus terus ditingkatkan,” ucap Menteri Ara.

Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk ikut aktif mensosialisasikan program KUR Perumahan kepada masyarakat dan pelaku usaha lokal. “Kalau pembiayaan ini dimanfaatkan dengan baik, maka akan tumbuh banyak pelaku usaha baru di daerah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut sektor perumahan menjadi salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai penguatan sektor ini penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,61 persen dan ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Sektor perumahan menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut,” ucap Amalia.

Selain itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor perumahan di Lampung. Ia menambahkan bahwa pembangunan perumahan juga memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.

“Kami siap mendukung berbagai program perumahan dan pembiayaan rakyat. Agar masyarakat Lampung semakin mudah mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau,” ujarnya.

Kementerian PKP juga mendorong sinergi antara pusat, daerah, perbankan, dan pelaku usaha agar program berjalan optimal. Dengan KUR Perumahan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....