Gus Ipul Sebut Menag dan Gus Yahya Berpotensi Maju Ketum PBNU

  • 09 Mei 2026 00:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dua nama yang dinilai berpotensi maju sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar dan petahana Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
  • Muktamar PBNU dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengungkap dua nama yang dinilai berpotensi maju sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU mendatang. Keduanya adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Ketua Umum PBNU saat ini Yahya Cholil Staquf.

Hal ini disampaikan Gus Ipul di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 8 Mei 2026. Gus Ipul menilai keduanya memiliki rekam jejak kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya. Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kyai Said kalau nggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, banyak kader NU yang memiliki kapasitas memimpin organisasi besar tersebut. Namun hingga kini belum ada pihak yang secara resmi menyatakan diri maju sebagai calon ketua umum.

“Calon-calon belum ada secara khusus, tetapi semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri. Apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai calon ketua umum, Gus Ipul menegaskan tidak memiliki niat tersebut. Ia merasa belum memenuhi syarat untuk menduduki posisi tertinggi di PBNU.

“Saya sudah sampaikan berulang-ulang. Saya merasa tidak mencukupi syarat untuk bisa jadi ketua umum,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, Muktamar PBNU dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Sebelumnya, pada Juni 2026 akan digelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar sebagai rangkaian menuju forum tertinggi organisasi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....